Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Perempuan Jadi Kekuatan Diplomasi Budaya dalam Hubungan Kuwait–China

Perempuan Jadi Kekuatan Diplomasi Budaya dalam Hubungan Kuwait–China

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
10 Oktober 2025, 22.43 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kuwait–China
Warga Kuwait berfoto bersama para perempuan yang mengenakan pakaian tradisional China dalam Festival Budaya dan Kuliner China di Sheikh Jaber Al-Ahmad Cultural Centre di Kegubernuran Al-Asimah, Kuwait, pada 9 Maret 2024. (Xinhua/Asad)

KUWAIT CITY, JurnalPost.com -- Diplomasi budaya dan kontribusi perempuan merupakan kekuatan pendorong di balik kemajuan hubungan Kuwait-China yang stabil. Pertukaran yang dilakukan antara perempuan dari kedua negara menyuntikkan kemitraan dengan energi humanistis yang kaya, kata seorang peneliti kebudayaan Kuwait dalam sebuah wawancara dengan Xinhua.

Sheikha Al-Anoud Al-Ibrahim Al-Duaij Al-Sabah, chairwoman Klub Persahabatan Kuwait-China, telah berkali-kali mengunjungi China selama satu dekade terakhir, dengan langkah kakinya telah mencapai Beijing, Shanghai, Hangzhou, Shenzhen, Yinchuan, dan kota lainnya.

IKLAN

Menengok kembali hubungan diplomatik selama lebih dari 50 tahun antara Kuwait dan China, dia menyoroti kontribusi para wanita pelopor, termasuk Lulwah Al-Qatami, pendiri Masyarakat Budaya dan Sosial Wanita Kuwait (Kuwait Women's Cultural and Social Society) sekaligus direktur pertama Kampus Wanita di Universitas Kuwait.

Panas Ekstrem Landa AS
Baca Juga

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS, Death Valley Catat Rekor Suhu Malam 38,3 Derajat Celsius

Lulwah mengunjungi China beberapa kali antara tahun 1970-an dan 1990-an, di mana dia disambut oleh Deng Yingchao, istri mendiang perdana menteri China Zhou Enlai, dan sejumlah tokoh senior China lainnya. Dalam kunjungannya, Lulwah menyambangi Beijing, Mongolia Dalam, dan Yunnan, kata Al-Anoud.

Lulwah membawa pulang pepatah China terkenal yang didengarnya di Tembok Besar, yakni "Dia yang belum pernah ke Tembok Besar bukanlah pahlawan sejati," yang masih akrab di kalangan banyak orang Kuwait hingga saat ini, kata Al-Anoud. "Bagian sejarah ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam pembangunan sosial, tetapi juga pembawa pesan utama dalam pertukaran lintas budaya."

Dalam beberapa tahun terakhir, imbuhnya, semakin banyak pemimpin perempuan dari asosiasi maupun organisasi sukarelawan asal Kuwait yang melakukan kunjungan ke China, yang mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan perempuan dan anak. "Pertukaran tersebut telah sangat memperdalam saling pengertian dan kerja sama," ujarnya.

Menyinggung soal pembangunan perempuan, Al-Anoud menuturkan bahwa "Deklarasi dan Landasan Beijing untuk Aksi", yang diadopsi pada Konferensi Dunia tentang Perempuan tahun 1995, mengidentifikasi 12 bidang perhatian penting dan menandai tonggak sejarah dalam memajukan kesetaraan gender secara global. "Landasan Aksi ini tidak hanya membentuk kebijakan perempuan global, tetapi juga meletakkan dasar bagi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1325 tentang Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan," ujarnya.

tanaman daun pandan
Baca Juga

Dari Maluku ke Hainan, Pandan Menjadi Jembatan Rasa Indonesia dan China

IKLAN

Di Timur Tengah, Al-Anoud mengamati bahwa peran perempuan telah menjadi kekuatan yang semakin penting bagi kemajuan ekonomi dan sosial. "Mereka memainkan peran fundamental dalam keluarga dan pendidikan, serta juga berperan aktif di sektor publik dan swasta," ujarnya. Dia menambahkan bahwa semakin banyak perempuan yang memasuki bidang-bidang yang secara tradisional didominasi laki-laki, seperti politik, keamanan, sains, dan kedokteran.

Al-Anoud juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas penderitaan perempuan dan anak-anak di zona konflik, terutama di Jalur Gaza. Dia menyerukan koordinasi internasional yang lebih kuat guna memastikan perlindungan dan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan sesuai dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.

"Perempuan dan anak-anak yang paling menderita dalam konflik. Di Gaza, mereka menghadapi kelaparan, kekerasan, dan bahkan pembunuhan massal, sementara respons komunitas internasional masih lambat. Ini menjadi ujian moral bagi seluruh umat manusia," ujarnya.

Ke depannya, Al-Anoud, yang juga anggota keluarga kerajaan Sabah, meyakini ada potensi besar bagi kerja sama antara Kuwait dan China dalam memajukan perjuangan kaum perempuan.

robot humanoid
Baca Juga

Robot Humanoid Catat 9,39 Detik di Lari 100 Meter, Lebih Cepat dari Rekor Usain Bolt

Dalam beberapa tahun terakhir, Kuwait telah menetapkan "Hari Perempuan Kuwait" dan menunjuk hakim perempuan pertamanya, sementara China menampilkan berbagai kontribusi luar biasa perempuan di bidang sains dan dalam memerangi pandemi, ujarnya.

"Perempuan China telah menunjukkan keberanian, kebijaksanaan, dan rasa tanggung jawab yang kuat di berbagai bidang seperti respons pandemi dan inovasi teknologi, pengalaman yang juga dapat dipelajari oleh Kuwait," ujarnya.

Sebagai chairwoman Klub Persahabatan Kuwait-China, Al-Anoud mengatakan klub tersebut didirikan pada 2025 untuk menjadi jembatan antara kedua bangsa, dan menyelenggarakan kegiatan budaya, pendidikan, kesehatan, dan pertukaran pemuda untuk lebih mempererat persahabatan.

Diharapkan lebih banyak organisasi perempuan Kuwait akan berkunjung ke China guna memperkuat saling pengertian dan kerja sama, "membawa lebih banyak kekuatan dan kebijaksanaan perempuan ke dalam hubungan Kuwait-China," tutur Al-Anoud. (Xinhua)

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/perempuan-jadi-kekuatan-diplomasi-budaya-dalam-hubungan-kuwait-china/86702/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.46 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Diplomasi Budaya
  • #Hubungan Internasional

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur
  2. 2

    Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

  3. 3

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  4. 4

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  5. 5

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.