Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Potret Produktivitas Pertanian Indonesia: Provinsi Mana yang Unggul?

Potret Produktivitas Pertanian Indonesia: Provinsi Mana yang Unggul?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
09 Maret 2026, 01.43 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Peta Klaster

Oleh: Hawa Kurnia

JurnalPost.com - Padi bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi fondasi ketahanan pangan nasional. Sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia, ketersediaan padi menjadi penentu stabilitas ekonomi dan kesejahteraan penduduk. Dalam teori pembangunan ekonomi yang dikemukakan oleh W. Arthur Lewis, sektor pertanian, khususnya produksi pangan, memiliki peran penting sebagai penopang kehidupan masyarakat dan fondasi pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, kemampuan suatu provinsi dalam menghasilkan padi menjadi indikator penting dalam menilai kekuatan dan kemandirian pangan suatu wilayah.

IKLAN

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, kemampuan provinsi dalam menghasilkan padi tidaklah merata. Perbedaan luas panen, jumlah produksi, dan produktivitas padi menunjukkan adanya kesenjangan kapasitas produksi antarwilayah. Sebagian provinsi mampu menghasilkan padi dalam jumlah besar dengan efisiensi tinggi, sementara sebagian lainnya masih menghadapi keterbatasan lahan, teknologi, dan infrastruktur. Kesenjangan ini mencerminkan perbedaan tingkat perkembangan produksi padi di Indonesia.

Aisyah Salsabila Alfandi
Baca Juga

Modernisasi Bioproses Pangan: Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Untuk memahami kondisi tersebut, digunakan tiga indikator utama, yaitu luas panen padi, produksi padi, dan produktivitas padi. Luas panen menunjukkan skala lahan sawah yang dimanfaatkan untuk produksi padi. Produksi menunjukkan total gabah yang dihasilkan dan kontribusi suatu provinsi terhadap produksi nasional. Sementara itu, produktivitas menunjukkan efisiensi lahan dalam menghasilkan padi per hektar. Ketiga indikator ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kekuatan produksi padi di setiap provinsi.

IKLAN

Berdasarkan hasil analisis klaster terhadap data BPS, provinsi di Indonesia terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu provinsi dengan produktivitas padi tinggi, sedang, dan rendah. Kelompok dengan produktivitas padi tinggi terdiri dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Kelompok ini memiliki rata-rata luas panen sekitar 1,39 juta hektar, produktivitas sebesar 55,9 kuintal per hektar, dan produksi mencapai sekitar 7,9 juta ton. Angka ini menunjukkan bahwa provinsi-provinsi tersebut merupakan pusat produksi padi nasional dengan kapasitas lahan yang luas dan efisiensi produksi yang tinggi. Wilayah ini berperan sebagai lumbung padi nasional dan menjadi penopang utama ketahanan pangan.

Kelompok dengan produktivitas padi sedang terdiri dari provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta beberapa provinsi di Sulawesi dan Papua Selatan. Kelompok ini memiliki rata-rata luas panen sekitar 197 ribu hektar, produktivitas sebesar 50,1 kuintal per hektar, dan produksi sekitar 1,02 juta ton. Hal ini menunjukkan bahwa provinsi dalam kelompok ini memiliki efisiensi produksi yang cukup baik, namun skala lahannya belum sebesar kelompok produktivitas tinggi. Dengan peningkatan teknologi dan pengelolaan lahan yang lebih optimal, kelompok ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi padi.

Sementara itu, kelompok dengan produktivitas padi rendah terdiri dari provinsi seperti Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar provinsi di Kalimantan, Maluku, serta sebagian besar provinsi di Papua. Kelompok ini memiliki rata-rata luas panen sekitar 64 ribu hektar, produktivitas sebesar 37,9 kuintal per hektar, dan produksi sekitar 244 ribu ton. Angka ini menunjukkan bahwa provinsi dalam kelompok ini masih menghadapi keterbatasan dalam produksi padi, baik dari sisi luas lahan maupun efisiensi hasil panen. Tantangan geografis, keterbatasan lahan sawah, dan infrastruktur menjadi faktor yang memengaruhi rendahnya produktivitas padi di wilayah tersebut.

Menjaga Petani
Baca Juga

Pangan Tidak Tumbuh di Rak Pasar: Menjaga Petani, Menjaga Ketahanan Pangan

Data ini menegaskan bahwa produksi padi nasional masih bertumpu pada beberapa provinsi utama, sementara provinsi lainnya masih memiliki ruang untuk berkembang. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan sektor pertanian sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Di balik setiap angka produksi terdapat kerja keras petani yang menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan pemanfaatan potensi daerah secara optimal, peningkatan produktivitas padi dapat dicapai secara merata, sehingga ketahanan pangan Indonesia dapat terus terjaga dan diperkuat di masa depan.

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/potret-produktivitas-pertanian-indonesia-provinsi-mana-yang-unggul/91308/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.37 WITA

  • #Ketahanan Pangan
  • #Pertanian berkelanjutan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan
  2. 2

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  4. 4

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. 5

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.