BOGOR, JurnalPost.com — Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan (TMP), Sekolah Vokasi IPB University, menggelar kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) bersama Kelompok Taruna Tani Muara Jaya Tani, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan kali ini berfokus pada praktik pembuatan biochar sekaligus pengecekan dan persiapan lahan yang akan digunakan untuk kegiatan penanaman berikutnya.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan dibuka oleh Dosen Program Studi TMP Sekolah Vokasi IPB University, Merry Gloria Meliala, S.P., M.Si., yang memimpin rangkaian kegiatan.
Setelah pembukaan dan makan siang bersama, peserta mengikuti penjelasan mengenai tahapan pembuatan biochar sebelum melakukan praktik langsung di lapangan. Kegiatan turut didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Agus Faisal dan Sekretaris Kelurahan Mulyaharja Taufik Hidayat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biochar, antara lain sekam, tempurung kelapa, serabut kelapa, hingga serbuk gergaji.
Pada praktik kali ini, serbuk gergaji dipilih sebagai bahan utama. Proses pembuatan dilakukan menggunakan drum reaktor dan drum kondensor yang dihubungkan dengan pipa untuk mengalirkan gas serta uap yang terbentuk selama proses pemanasan.
Praktik Pembuatan Biochar
Pembuatan biochar diawali dengan memasukkan serbuk gergaji ke dalam drum reaktor. Sementara itu, sistem kondensor disiapkan untuk membantu mengolah uap yang dihasilkan selama proses pirolisis.
Setelah tungku dinyalakan, bahan di dalam drum mengalami pemanasan dengan kondisi oksigen terbatas. Gas dan uap yang dihasilkan kemudian dialirkan melalui pipa menuju bagian kondensor.
Proses awal pemanasan berlangsung selama sekitar tiga jam, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Setelah tahap tersebut, proses pirolisis tetap berlangsung dengan memanfaatkan panas yang tersimpan di dalam sistem hingga proses berjalan secara bertahap.
Metode tersebut diperkenalkan sebagai salah satu cara mengolah biomassa menjadi biochar dengan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien.

Selain menghasilkan biochar, proses pirolisis juga menghasilkan cairan hasil kondensasi yang dikenal sebagai asap cair. Cairan tersebut ditampung melalui saluran khusus dan dapat dimanfaatkan lebih lanjut, salah satunya sebagai bahan pendukung pengendalian organisme pengganggu tanaman setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.
Setelah proses pemanasan selesai, drum berisi biochar ditutup rapat dan dibiarkan hingga temperaturnya turun secara alami.
Praktik tersebut memberi kesempatan kepada anggota kelompok tani untuk mengamati secara langsung tahapan pembuatan biochar, mulai dari persiapan bahan, proses pemanasan, hingga penanganan hasil akhir.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai fungsi biochar dan berbagai jenis biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakunya.
Persiapan Lahan untuk Penanaman
Setelah praktik pembuatan biochar, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan lahan yang melibatkan dosen dan peserta.
Berdasarkan hasil pengecekan, terdapat sekitar 12 bedengan di lokasi kegiatan. Masing-masing bedengan memiliki ukuran kurang lebih 6 meter × 1 meter, dengan lebar drainase sekitar 80 sentimeter.
Pengecekan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan tahapan budidaya berikutnya.
Pengaplikasian mulsa, biochar, pupuk kandang, serta dolomit dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026. Setelah tahapan pengolahan dan persiapan lahan selesai, kegiatan penanaman direncanakan dilakukan pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Penggunaan biochar dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian dari praktik pengelolaan bahan organik yang diperkenalkan kepada kelompok tani.
Biochar merupakan material kaya karbon yang diperoleh dari pemanasan biomassa dalam kondisi oksigen terbatas. Dalam praktik pertanian, biochar dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah untuk membantu memperbaiki sejumlah karakteristik media tanam apabila digunakan dengan metode dan dosis yang sesuai.
Melalui praktik langsung, anggota kelompok tani tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga dapat mengamati proses pembuatan serta rencana aplikasinya di lahan.
Kegiatan PPM kemudian ditutup dengan foto bersama antara dosen, pendamping, dan anggota Kelompok Taruna Tani Muara Jaya Tani.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan Program Studi TMP Sekolah Vokasi IPB University kepada masyarakat, khususnya dalam memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan dalam pengelolaan biomassa dan kegiatan budidaya pertanian.
Melalui praktik pembuatan biochar dan persiapan lahan, peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang dapat digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan pengelolaan lahan pertanian secara lebih efektif dan memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda