TULUNGAGUNG, JurnalPost.com — Santri Pondok Pesantren (PP) Darunnajah, Tulungagung, mengikuti pelatihan personal branding bertajuk “Membangun Citra Islami dalam Nuansa Harmoni”, Senin (14/9/2026).
Pelatihan yang melibatkan tim dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur tersebut membahas cara membangun citra diri yang positif di tengah perkembangan teknologi dan media digital.
Para santri diperkenalkan pada sejumlah materi, mulai dari mengenali kemampuan diri, mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan, hingga memanfaatkan platform digital untuk menampilkan karya dan kompetensi secara lebih terarah.
Dosen pendamping kegiatan, Reza Mehdi Fauzi, mengatakan kemampuan membangun reputasi diri di ruang digital semakin penting bagi generasi muda, termasuk kalangan santri.
“Santri masa kini tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Melalui pelatihan personal branding ini, kami ingin mendorong para santri agar percaya diri menunjukkan nilai positif, keahlian, dan karya terbaik mereka ke khalayak luas,” ujar Reza.
Menurutnya, penggunaan media digital tetap perlu disesuaikan dengan karakter dan nilai yang dimiliki masing-masing individu.
“Harapannya, mereka mampu menjadi sumber daya yang berdaya saing tinggi tanpa kehilangan identitas keislamannya,” lanjutnya.
Belajar Menyusun Profil Diri Digital
Pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi. Para peserta juga mengikuti diskusi dan simulasi penyusunan profil diri digital.
Melalui simulasi tersebut, santri belajar menentukan informasi apa yang perlu ditampilkan, cara memperkenalkan kemampuan, serta bagaimana menjaga jejak digital agar tetap sesuai dengan citra diri yang ingin dibangun.
Pengasuh PP Darunnajah Tulungagung, KH. Muhammad Syafi’, menilai pemahaman mengenai dunia digital menjadi salah satu bekal yang diperlukan santri ketika terjun ke masyarakat.
“Dunia di luar sana bergerak cepat, dan santri harus siap mengambil peran. Semoga pembekalan personal branding ini menjadi modal berharga bagi para santri untuk membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Personal branding sendiri tidak hanya berkaitan dengan popularitas di media sosial. Dalam konteks pendidikan, konsep tersebut juga mencakup bagaimana seseorang mengenali keunggulan dirinya, membangun reputasi, serta menunjukkan karya dan kompetensi secara konsisten.
Bagi santri, keterampilan tersebut dapat digunakan untuk memperluas jejaring, memperkenalkan karya, menyampaikan gagasan, hingga membangun peluang di bidang pendidikan, kewirausahaan, maupun profesi lainnya.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pendidikan pesantren dengan keterampilan digital yang semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Reza Mehdi Fauzi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda