SINGAPURA, JurnalPost.com— Singapura meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap lintas batas setelah aktivitas titik panas di sejumlah wilayah Indonesia terpantau meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) pada Senin (24/8) memperingatkan bahwa kualitas udara di negara tersebut berpotensi memburuk selama pekan ini apabila kondisi cuaca kering dan arah angin mendukung pergerakan asap menuju Singapura.
NEA menyebut peningkatan aktivitas titik panas dan kabut asap mulai terlihat sepanjang akhir pekan. Titik panas serta kepulan asap dalam jumlah cukup besar terutama terdeteksi di Kalimantan dan wilayah selatan Sumatra.
Selain itu, sejumlah kepulan asap juga terpantau muncul di wilayah Riau.
“Kami mengamati peningkatan aktivitas titik panas dan kabut asap selama akhir pekan, dengan titik panas dan kepulan asap tebal terdeteksi terutama di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan. Beberapa kepulan asap juga teramati di Riau,” demikian pernyataan NEA melalui Facebook.
Menurut badan tersebut, kondisi cuaca kering diperkirakan masih berlangsung sepanjang pekan ini. Situasi itu berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan sekaligus memperbesar kemungkinan terbentuknya kabut asap.
NEA juga memperhatikan arah pergerakan angin yang diperkirakan bertiup dari selatan atau tenggara. Dalam kondisi tertentu, angin tersebut dapat membawa asap dari kawasan terdampak menuju Singapura.
Karena itu, Singapura kemungkinan mengalami periode kabut asap secara sporadis apabila aktivitas kebakaran dan kepulan asap di kawasan terus meningkat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda