Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Urgensitas Pemanfaatan Energi Terbarukan di Indonesia

Urgensitas Pemanfaatan Energi Terbarukan di Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 April 2023, 14.05 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Energi Terbarukan

JurnalPost.com - Energi adalah tenaga atau kekuatan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu aktivitas, sehingga energi merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dasar. Energi yang kita bicarakan di sini adalah energi yang dapat diperoleh dari alam dan diubah menjadi bentuk-bentuk seperti penggerak mesin dan produksi listrik.

Industri dan teknologi modern membutuhkan energi dalam jumlah yang sangat besar, dan jumlahnya terus bertambah. Energi dibagi menjadi energi tak terbarukan dan energi terbarukan, tergantung pada sumber produksinya. Energi terbarukan adalah sumber daya alam yang tersedia berlimpah di alam dan berkelanjutan. Energi tak terbarukan merupakan energi yang bisa habis seiring berjalannya waktu. Energi memliki beberapa macam bentuk, setiap bentuknya memiliki manfaat sesuai kegunaannya masing-masing. Sejauh ini, energi tak terbarukan masih mendominasi konsumsi di semua sektor yang diperlukan untuk pengembangan industri.

IKLAN

Konsumsi energi final Indonesia terus tumbuh seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi di semua sektor pengguna. Konsumsi energi final tumbuh pada tingkat rata-rata tahunan sebesar 2,53 persen. Bahan bakar masih mendominasi konsumsi energi final dengan pangsa sekitar 36,79%, diikuti oleh biomassa 29,95%, listrik 12,03%, gas 9,17%, batu bara 6,80%, dan LPG 5,26%.

Desa Sampet
Baca Juga

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Ini artinya, sebagian besar konsumsi energi masih dalam bentuk bahan bakar fosil yang merupakan jenis energi tak terbarukan. Di sisi lain, cadangan energi fosil yang diperkirakan adalah BBM: Gas alam diperkirakan akan habis 3,5 miliar barel dalam 13 tahun: 100,3 TFC dalam 34 tahun, dan batu bara: 7,2 miliar barel dalam 16 tahun.

Pertumbuhan populasi dan peradaban manusia yang cepat, ditambah dengan meningkatnya konsumsi energi, juga merupakan akar dari masalah ini. Tentu saja, karena hal ini, kita tampaknya harus terus meningkatkan produksi energi.

IKLAN

Selain itu, pembakaran bahan bakar fosil yang menjadi konsumsi harian kita seakan menciptakan musuh kita sendiri yang disebut dengan pemanasan global/global warming, peningkatan suhu secara global. Sejak revolusi industri penggunaan bahan bakar fosil mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Meskipun pada saat yang sama, ketika dunia mulai dibawa pada kejayaan oleh industri namun juga membawa dunia pada kerusakan lingkungan. Adalah CO2 (karbon dioksida) salah satu senyawa kimia dominan yang dihasilkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang kemudian dikenal dengan emisi karbon. Emisi karbon inilah yang menimbulkan efek rumah kaca, yang menggambarkan bumi sebagai rumah kita hidup di dalamnya seakan tertutup oleh kaca yaitu panas. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor energi mengalami peningkatan 2,43% per tahun.

Dengan mencermati kondisi energi di atas, maka diperlukan energi baru yang dapat diproduksi secara terus-menerus, terbarukan (reneweble), dan tidak menghasilkan emisi GRK. Energi tersebut adalah energi baru terbarukan yang memanfaatkan potensi alam seperti tenaga air, tenaga angin, tenaga matahari, panas bumi, biomassa, limbah perkotaan (sampah) dan limbah cair industri.

Timor Leste Energy Horizon
Baca Juga

US$216 Juta untuk Menjaga Energi: Sampai Kapan Timor-Leste Bergantung pada BBM Impor?

Indonesia memiliki setidaknya enam sumber daya energi terbarukan: tenaga air, tenaga surya, angin, arus laut, bioenergi, dan panas bumi. Total potensi dari keenam sumber daya ini diperkirakan mencapai 44,7 GW, sementara kapasitas yang telah terealisasi adalah 8,89 GW, atau hanya 2% dari potensi yang ada, sehingga sangat disayangkan bahwa energi terbarukan belum menjadi prioritas di negara kita.

Akademisi harus berusaha keras untuk menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kemampuan kita dalam menangani potensi ini; tim riset khusus harus dibentuk, yang didanai sepenuhnya oleh pemerintah dan terdiri dari generasi muda negara ini, untuk meminimalisir ketergantungan kita pada tenaga asing.

Masyarakat biasa juga dapat berperan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca melalui konservasi energi dan konsumsi yang efisien, meskipun mereka tidak dapat berinovasi. Yang perlu mereka lakukan adalah melakukan perubahan gaya hidup untuk penggunaan energi yang bijak dan tepat, seperti mematikan listrik jika tidak diperlukan, menanam pohon, memanfaatkan limbah (sampah), menggunakan kendaraan non-bahan bakar untuk jarak dekat, dan mematikan keran air jika bak mandi sudah penuh air.

Oleh: Susi Faheliyatul Hasanah, Penulis mahasiswa Tadris Biologi UIN KHAS Jember

Berita KIORCC.jpg
Baca Juga

PPSDM Migas dan KIORCC Jajaki Kerja Sama Riset Offshore, Siapkan Roadmap SDM 2026–2027

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/urgensitas-pemanfaatan-energi-terbarukan-di-indonesia/47610/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.45 WITA

  • #Energi Terbarukan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  4. 4

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.