Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Dari Limbah Jadi Pakan, Peternak Malang Kembangkan Maggot BSF bersama UPN Veteran Jatim

Dari Limbah Jadi Pakan, Peternak Malang Kembangkan Maggot BSF bersama UPN Veteran Jatim

Foto profil Rina Maharani
Editor: Rina Maharani
14 September 2026, 12.05 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPN
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur bersama Kelompok Ternak Mitra Mandiri Jaya saat melakukan monitoring dan evaluasi pemanfaatan maggot BSF di Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2026).

Malang, JurnalPost.com — Limbah organik yang selama ini kerap menjadi persoalan lingkungan mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari solusi biaya pakan ternak. Di Karangploso, Kabupaten Malang, Kelompok Ternak Mitra Mandiri Jaya mengembangkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ayam buras.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui pendampingan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dalam program bertajuk “Penguatan Ekonomi Sirkular Berbasis Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk Efisiensi Pakan Usaha Peternak Ayam Buras.”

IKLAN

Program dipimpin Ardhi Islamudin, S.E., M.A., bersama Putri Dwi Aprilia Nur Khasanah, S.E., M.Sc. dan Meilenia Rahma Salisa, S.Ak., M.Ak. Dua mahasiswa Akuntansi UPN “Veteran” Jawa Timur, Nindya Aliyah Maulidina dan Muhammad Dzulfikri Rivai, turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

UMB Ajak Zainn Coffee
Baca Juga

Mahasiswa Teknik Industri UMB Ajak Zainn Coffee Olah Ampas Kopi Menjadi Media Tanam

Maggot Jadi Alternatif Sumber Protein

Sebelum pendampingan dilakukan, kebutuhan pakan ternak kelompok masih mengandalkan jagung giling, bekatul, daun-daunan, serta sejumlah bahan pakan lainnya.

Budidaya maggot sebenarnya sudah pernah dicoba secara mandiri. Namun, penerapannya masih terbatas dan belum menggunakan sistem produksi yang terstruktur.

Belum tersedia pula standar operasional prosedur atau SOP tertulis, pencatatan hasil produksi, perhitungan efisiensi biaya, hingga strategi pengembangan usaha.

Pendampingan kemudian diarahkan untuk menata proses tersebut agar pemanfaatan maggot dapat dilakukan lebih konsisten dan berkelanjutan.

Teknologi Sudah Tersedia
Baca Juga

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Ketua tim pengabdian, Ardhi Islamudin, mengatakan pemanfaatan BSF tidak hanya berkaitan dengan penyediaan pakan ternak, tetapi dapat dihubungkan dengan pengelolaan limbah dan produksi pupuk organik.

“Limbah organik dapat diolah menjadi media budidaya maggot. Maggot yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ayam, sedangkan residu budidayanya dapat digunakan sebagai pupuk organik. Sistem tersebut membentuk suatu siklus yang memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi bagi peternak,” ujar Ardhi.

Limbah yang dimanfaatkan berasal dari masyarakat sekitar dan pasar. Sebelum diberikan kepada maggot, bahan tersebut harus dipilah untuk memisahkan sampah organik dari plastik maupun material lain yang sulit terurai.

Limbah selanjutnya dihancurkan dan difermentasi agar lebih mudah dikonsumsi larva BSF.

Tinggalkan Buku Kas
Baca Juga

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Maggot yang telah dipanen dapat diberikan langsung sebagai campuran pakan ayam. Hasil produksi yang berlebih juga bisa dikeringkan atau dibekukan sehingga dapat disimpan lebih lama.

Berdasarkan monitoring dan evaluasi pada Rabu, 22 Juli 2026, maggot telah digunakan sebagai salah satu sumber protein dalam campuran pakan ayam kampung.

Produksi yang melebihi kebutuhan harian juga mulai diarahkan agar memiliki nilai tambah, termasuk kemungkinan dikembangkan menjadi produk pakan ikan.

Residu Budidaya Diolah Menjadi Pupuk

Konsep ekonomi sirkular yang diterapkan tidak berhenti pada pemanfaatan maggot.

Residu budidaya atau frass serta kotoran ayam turut diarahkan menjadi bahan pupuk organik. Dengan cara ini, sisa produksi tidak langsung dibuang, tetapi dimanfaatkan kembali dalam kegiatan pertanian maupun peternakan.

IKLAN

Skema tersebut memungkinkan satu jenis limbah menghasilkan beberapa manfaat sekaligus. Limbah organik menjadi media tumbuh maggot, maggot digunakan sebagai pakan ternak, sementara residunya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Peternak Mulai Didorong Mencatat Biaya Usaha

Pendampingan juga menyasar persoalan pengelolaan keuangan.

Kelompok ternak diperkenalkan pada pembukuan sederhana berupa buku kas harian, pencatatan stok, rekapitulasi bulanan, pencatatan biaya produksi, hingga perhitungan Break Even Point (BEP) atau titik impas.

Pembukuan dibutuhkan agar peternak dapat membandingkan biaya sebelum dan sesudah menggunakan maggot sebagai campuran pakan.

Data tersebut juga bisa menjadi dasar untuk menghitung pendapatan, menentukan harga jual, hingga menilai apakah suatu kegiatan produksi memberikan keuntungan.

Di sisi pemasaran, pemanfaatan media sosial turut didorong untuk memperkenalkan ayam buras, telur, maggot kering, maupun pupuk organik kepada pasar yang lebih luas.

Diversifikasi tersebut diharapkan membuka sumber pendapatan baru yang tidak hanya bergantung pada penjualan ayam.

Pemilahan Sampah Masih Jadi Tantangan

Meski mulai berjalan, pengembangan budidaya maggot masih menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah limbah organik dari sumber pengumpulan yang masih bercampur dengan plastik. Peternak harus melakukan pemilahan secara manual sebelum limbah dapat digunakan sebagai media budidaya.

Pencatatan mengenai volume limbah, jumlah produksi maggot, kebutuhan pakan, serta biaya usaha juga masih terus diperbaiki agar data yang diperoleh lebih konsisten.

Mitra sendiri menyediakan lokasi kegiatan, peralatan pendukung, bahan baku organik, serta tenaga yang dibutuhkan untuk menjalankan sarana budidaya.

Tahap berikutnya akan diarahkan pada penyelesaian SOP budidaya, penguatan sistem pembukuan, perhitungan titik impas, serta pengukuran perubahan biaya pakan berdasarkan data produksi.

Program tersebut menargetkan pengurangan limbah organik hingga sekitar 40 persen serta penurunan biaya pakan sekitar 20–30 persen melalui substitusi pakan komersial secara bertahap.

Apabila hasil tersebut dapat dicapai secara konsisten, pengembangan maggot BSF berpotensi menjadi model usaha peternakan yang memadukan efisiensi biaya dengan pengelolaan lingkungan.

Model serupa juga berpeluang diterapkan kelompok peternak lain di Kabupaten Malang maupun daerah lain di Jawa Timur dengan menyesuaikan ketersediaan limbah organik dan skala usaha masing-masing.

Kegiatan tersebut turut dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 6: Clean Water and Sanitation, khususnya melalui upaya pengurangan limbah organik, serta SDGs 8: Decent Work and Economic Growth melalui efisiensi biaya dan pengembangan peluang usaha peternak.

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/dari-limbah-jadi-pakan-peternak-malang-kembangkan-maggot-bsf-bersama-upn-veteran-jatim/97680/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.39 WITA

  • #Ekonomi Sirkular
  • #Kabupaten Malang
  • #Limbah Organik
  • #Pakan Ternak
  • #UPN Veteran Jatim
  • #maggot BSF
  • #peternakan ayam

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional
  2. 2

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  3. 3

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. 4

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  5. 5

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.