Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Erupsi Anak Krakatau Sebarkan Abu hingga Jakarta, Bandara Soetta Ditutup Sementara

Erupsi Anak Krakatau Sebarkan Abu hingga Jakarta, Bandara Soetta Ditutup Sementara

Foto profil Rina Maharani
Editor: Rina Maharani
06 September 2026, 16.41 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan aktivitas dan erupsi yang memicu penyebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah, Minggu (6/9/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas).

Oleh: Zhahran Shairazy Daniswara

Jakarta, JurnalPost.com — Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meningkat signifikan sejak Jumat (4/9/2026) malam. Erupsi menerus tersebut memicu penyebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu.

IKLAN

Dampak erupsi tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik juga mengganggu aktivitas penerbangan dan menyebabkan operasional sejumlah bandara dihentikan sementara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

Anak sekolah berjalan di tengah asap tebal
Baca Juga

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Berdasarkan pemantauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), peningkatan aktivitas Anak Krakatau mulai teramati pada Jumat malam. Erupsi disertai suara gemuruh dan dentuman serta fenomena lava fountain atau semburan lava menyerupai air mancur.

Aktivitas tersebut merupakan karakter erupsi Strombolian yang menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik.

Gunung Anak Krakatau sendiri telah berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi resmi dari pemerintah.

Abu Vulkanik Menyebar hingga Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan abu vulkanik Anak Krakatau.

GWCN Serukan
Baca Juga

GWCN Serukan Kepedulian dan Persatuan dalam Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan

Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu (6/9/2026), terdeteksi dua klaster utama sebaran abu vulkanik pada ketinggian berbeda.

Abu pada lapisan hingga sekitar 20.000 kaki terpantau bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat serta perairan di sekitarnya.

Sementara itu, abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dengan cakupan Banten, Lampung, Bengkulu, kawasan Selat Sunda hingga Samudra Hindia.

BMKG juga menerbitkan informasi meteorologi penerbangan atau Significant Meteorological Information (SIGMET) untuk mengantisipasi risiko abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan.

asap
Baca Juga

Rakyat Meminta Tolong! Kalimantan Dibakar, Bukan Terbakar

“Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta 50.000 kaki ke arah barat.”

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan karena arah penyebaran abu sangat dipengaruhi oleh kondisi dan perubahan arah angin.

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara

Sebaran abu vulkanik turut berdampak terhadap operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pemeriksaan menggunakan paper test di kawasan bandara menunjukkan indikasi adanya material abu vulkanik. Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan dihentikan sementara sebagai langkah mitigasi keselamatan.

Penutupan bandara kemudian beberapa kali diperpanjang menyesuaikan perkembangan kondisi udara dan hasil pemantauan lapangan.

AirNav Indonesia menyatakan pengendalian lalu lintas udara terus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pesawat, awak penerbangan, dan penumpang.

IKLAN

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.”

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan BMKG, otoritas bandara, maskapai, serta Kementerian Perhubungan dalam menentukan waktu aman untuk kembali membuka operasional penerbangan.

Ratusan Penerbangan Terdampak

Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta berdampak pada ratusan pergerakan penerbangan domestik maupun internasional.

Sejumlah penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan rute. Ribuan calon penumpang turut terdampak perubahan jadwal tersebut.

Gangguan penerbangan tidak hanya terjadi di Soekarno-Hatta. Beberapa bandara lain juga melakukan penyesuaian operasional akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.

Bandara yang terdampak antara lain Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Budiarto Curug hingga Husein Sastranegara Bandung.

Dampak juga terasa di sejumlah bandara daerah yang memiliki rute penerbangan menuju Jakarta. Penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, misalnya, mengalami pembatalan dan penundaan akibat terganggunya operasional penerbangan menuju Cengkareng.

Otoritas penerbangan menegaskan pembukaan kembali bandara akan sangat bergantung pada perkembangan sebaran abu dan hasil evaluasi keselamatan.

Kondisi Berbeda dengan Erupsi 2018

Di tengah meningkatnya aktivitas Anak Krakatau, masyarakat pesisir Banten dan Lampung juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi mengenai ancaman tsunami.

Badan Geologi menjelaskan kondisi tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan sebelum peristiwa tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018.

Tubuh gunung yang tumbuh kembali setelah peristiwa tersebut masih relatif lebih kecil sehingga berdasarkan evaluasi saat ini belum menunjukkan potensi keruntuhan besar seperti yang terjadi pada 2018.

Meski demikian, pemantauan terhadap aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif.

Masyarakat, wisatawan maupun nelayan diminta tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan di sekitar pusat aktivitas gunung.

Masyarakat Diminta Waspada Abu Vulkanik

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu diimbau menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan. Pelindung mata juga dapat digunakan untuk mengurangi paparan abu.

Warga disarankan menutup pintu dan jendela rumah ketika abu cukup pekat serta membersihkan material abu secara hati-hati agar tidak beterbangan dan terhirup.

Sementara itu, calon penumpang pesawat diminta terus mengecek informasi penerbangan kepada maskapai karena jadwal keberangkatan maupun kedatangan masih dapat berubah mengikuti kondisi terkini.

Masyarakat juga diimbau hanya mengikuti informasi dari sumber resmi seperti Badan Geologi, BMKG, BNPB, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, serta otoritas kebandarudaraan.

Hingga Minggu (6/9/2026), aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu vulkanik masih terus dipantau. Potensi erupsi susulan maupun perubahan arah sebaran abu tetap dapat terjadi seiring dinamika aktivitas vulkanik dan kondisi angin.

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/erupsi-anak-krakatau-sebarkan-abu-hingga-jakarta-bandara-soetta-ditutup-sementara/97600/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.37 WITA

  • #Abu Vulkanik
  • #BMKG
  • #Badan Geologi
  • #Bandara Soekarno-Hatta
  • #Bencana Alam
  • #Erupsi Anak Krakatau
  • #Penerbangan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pilihan Editor

  1. 1 Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah
  2. 2

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  4. 4

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  5. 5

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.