Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Generasi Gadget dan Krisis Minat Baca di Era Digital

Generasi Gadget dan Krisis Minat Baca di Era Digital

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
18 Maret 2026, 20.48 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Generasi Gadget

By : Dien Anthanya Fayza

JurnalPost.com - Perkembangan teknologi digital yang cepat dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Internet, media sosial, dan berbagai perangkat seperti ponsel pintar membuat informasi semakin mudah diakses oleh siapa saja. Kini masyarakat dapat memperoleh berita, hiburan, maupun pengetahuan hanya melalui gawai yang selalu berada di tangan mereka. Kemudahan ini tentu memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi digital juga membantu mempercepat proses komunikasi dan memperluas akses terhadap berbagai sumber informasi. Banyak aktivitas yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga kini dapat dilakukan dengan lebih praktis. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul pula tantangan baru yang perlu diperhatikan. Salah satunya berkaitan dengan perubahan kebiasaan masyarakat dalam membaca. Hal tersebut menandakan bahwa perkembangan teknologi memberikan pengaruh positif sekaligus negatif bagi kehidupan sehari-hari.

IKLAN

Belakangan ini, muncul kekhawatiran mengenai menurunnya minat baca di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Banyak anak dan remaja lebih sering menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan membaca buku. Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena membaca merupakan salah satu cara penting untuk memperluas pengetahuan. Tanpa kebiasaan membaca yang baik, kualitas literasi masyarakat dapat ikut terpengaruh. Fenomena tersebut dapat ditemukan di berbagai lingkungan kehidupan. Di rumah, di sekolah, bahkan di ruang publik, gawai hampir selalu hadir dalam aktivitas sehari-hari. Anak-anak dan remaja sering kali lebih fokus pada layar ponsel daripada pada buku yang ada di sekitarnya. Situasi ini menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa cara masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menggunakan waktu senggang telah mengalami perubahan.

72084c82 26e9 413c bdbf 96fbb072ded4
Baca Juga

Fenomena Main Hakim Sendiri sebagai Ancaman terhadap Due Process of Law di Indonesia

Generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi seperti ini sering disebut sebagai generasi gadget. Sejak usia dini mereka sudah terbiasa menggunakan berbagai perangkat digital. Gawai tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk bermain, belajar, dan mencari informasi. Kedekatan ini membuat banyak anak dan remaja lebih nyaman berinteraksi dengan layar digital. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengapa minat baca generasi muda cenderung menurun. Salah satu penyebabnya adalah perubahan cara masyarakat dalam memperoleh informasi. Saat ini, banyak orang lebih tertarik pada konten yang singkat, cepat, dan menarik secara visual. Konten seperti ini dianggap lebih praktis dan mudah dipahami. Situasi tersebut juga berdampak pada cara berpikir serta gaya belajar anak dan remaja masa kini.

IKLAN

Kondisi ini tentu dapat berdampak pada kemampuan literasi generasi muda. Membaca sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam membantu seseorang memahami berbagai informasi secara lebih mendalam. Melalui membaca, seseorang dapat memperluas wawasan sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, kebiasaan membaca tetap perlu dipelihara meskipun teknologi semakin berkembang. Lalu siapa yang bertanggung jawab untuk mengatasi persoalan ini? Upaya menumbuhkan kembali minat baca tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung budaya membaca. Peran bersama ini sangat penting agar kebiasaan membaca dapat kembali tumbuh. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor yang sangat penting dalam upaya memperbaiki sekaligus meningkatkan kemampuan literasi generasi muda.

Dalam lingkungan keluarga, orang tua memiliki peran yang sangat besar juga sekaligus menjadi suatu fondasi kuat untuk menghasilkan anak-anak yang gemar membaca. Selain itu, sekolah juga memiliki tanggung jawab penting dalam mengembangkan budaya literasi. Guru dapat mendorong siswa untuk lebih aktif membaca melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Program literasi sekolah, seperti kegiatan membaca sebelum pelajaran dimulai, dapat menjadi salah satu langkah yang efektif. Disamping itu, selain keluarga dan sekolah masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung budaya membaca. Keberadaan perpustakaan, taman bacaan masyarakat, dan berbagai kegiatan literasi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca. Lingkungan yang menyediakan akses terhadap buku akan membantu masyarakat lebih dekat dengan kegiatan membaca. Jika lingkungan sekitar mendukung, masyarakat akan lebih mudah terdorong untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan yang kondusif dan penuh dukungan seperti ini memiliki peran besar dalam mendorong terbentuknya budaya membaca yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Di era digital seperti sekarang, teknologi sebenarnya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca. Berbagai buku elektronik, artikel pengetahuan, dan sumber bacaan digital kini dapat diakses dengan mudah melalui internet di ponsel pintar. Jika dimanfaatkan dengan bijak, teknologi justru dapat membantu memperluas kesempatan masyarakat untuk membaca. Dengan demikian, teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan saja, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media yang mendorong masyarakat untuk terus belajar dan memperluas pengetahuan. Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman bagi budaya membaca. Justru dengan adanya teknologi dapat menjadi peluang untuk memperkaya pengetahuan apabila digunakan secara baik dan tepat. Dengan dukungan dari berbagai pihak seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat, generasi gadget di era digital tetap dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas dan gemar membaca. Oleh karena itu, diperlukan peran bersama dari berbagai pihak untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya membaca agar kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Penggunaan teknologi yang bijak dapat memberikan dampak positif yang besar terhadap peningkatan kemampuan literasi masyarakat.

Pro dan Kontra Gebrakan Apple
Baca Juga

Kejutan yang Direncanakan: Menimbang Pro dan Kontra Gebrakan Apple di September 2026

Penulis : Dien Anthanya Fayza Mahasiswi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/generasi-gadget-dan-krisis-minat-baca-di-era-digital/91583/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.45 WITA

  • #Generasi Gadget
  • #Opini Mahasiswa
  • #gadget

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus
  2. 2

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  3. 3

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  4. 4

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  5. 5

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.