Malang, JurnalPost.com — Mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Malang (UM) melakukan penelitian mengenai pengelolaan kawasan wisata berkelanjutan melalui integrasi transportasi, tata parkir, dan Green Infrastructure di kawasan Jatim Park 1.
Penelitian tersebut mengangkat judul “Analisis Integrasi Transportasi, Tata Parkir, dan Green Infrastructure pada Kawasan Wisata Jatim Park 1 sebagai Model Pariwisata Berkelanjutan.”
Riset ini diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi pengelolaan kawasan wisata yang lebih nyaman, efisien, dan ramah lingkungan. Selain itu, penelitian juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta tujuan 13 terkait Penanganan Perubahan Iklim.
Tim penelitian diketuai oleh Zicko Maulana Muchtar, dengan Pranandya Gema Galang Kanchana dan Zulfan Refandi sebagai anggota inti. Penelitian berada di bawah bimbingan Dr. Ir. Vita Ayu Kusuma Dewi, S.T., M.Si.
Selain tiga mahasiswa inti, kegiatan penelitian turut melibatkan sembilan mahasiswa lainnya yang membantu proses survei lapangan, pengumpulan data, dokumentasi, hingga pengolahan hasil penelitian.
Petakan Kondisi Infrastruktur Jatim Park 1
Penelitian berfokus pada keterkaitan antara sistem transportasi, pengelolaan area parkir, dan penerapan Green Infrastructure dalam mendukung keberlanjutan kawasan wisata Jatim Park 1.
Untuk memperoleh gambaran kondisi kawasan secara menyeluruh, tim melakukan berbagai kegiatan, mulai dari observasi lapangan, survei volume kendaraan, inventarisasi area parkir, pengukuran ruang terbuka hijau, hingga analisis spasial dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Data yang diperoleh kemudian digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi kondisi eksisting sekaligus menyusun rekomendasi pengembangan kawasan wisata yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengunjung dan lingkungan.
Ketua tim peneliti, Zicko Maulana Muchtar, mengatakan tingginya aktivitas wisata di Jatim Park 1 perlu diimbangi dengan pengelolaan infrastruktur yang terintegrasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kawasan wisata tidak cukup hanya memiliki akses transportasi dan area parkir yang baik, tetapi juga perlu didukung ruang hijau, jalur pejalan kaki yang nyaman, serta infrastruktur yang mampu menjaga kualitas lingkungan sehingga pengalaman wisata menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Zicko, pengelolaan transportasi yang baik tidak hanya berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas wisatawan, tetapi juga berhubungan erat dengan kenyamanan dan kualitas lingkungan di dalam kawasan wisata.
Ruang Hijau Masih Bisa Dioptimalkan
Pranandya Gema Galang Kanchana menambahkan, kegiatan survei lapangan memberikan gambaran langsung mengenai keterkaitan fasilitas transportasi dengan kondisi lingkungan di kawasan Jatim Park 1.
“Kami melakukan pengukuran area parkir, ruang terbuka hijau, serta mengidentifikasi berbagai elemen Green Infrastructure yang nantinya menjadi dasar evaluasi pengembangan kawasan wisata berbasis keberlanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Zulfan Refandi mengatakan hasil observasi menunjukkan Jatim Park 1 telah memiliki sejumlah fasilitas pendukung yang cukup baik, seperti sistem transportasi, drainase, jalur pejalan kaki, dan tata parkir.
Meski demikian, tim masih menemukan sejumlah aspek yang dapat dikembangkan, khususnya peningkatan proporsi ruang hijau dan penambahan vegetasi peneduh di area parkir.
“Integrasi antara transportasi, parkir, dan Green Infrastructure menjadi kunci dalam menciptakan kawasan wisata yang tidak hanya nyaman bagi pengunjung, tetapi juga lebih ramah terhadap lingkungan,” ungkap Zulfan.
Penambahan vegetasi pada kawasan parkir dinilai dapat memberikan manfaat ganda, mulai dari meningkatkan kenyamanan pengunjung, mengurangi paparan panas, hingga memperkuat fungsi ekologis kawasan.
Dorong Konsep Pariwisata Berkelanjutan
Dosen pembimbing penelitian, Dr. Ir. Vita Ayu Kusuma Dewi, S.T., M.Si., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam mengembangkan penelitian yang menggabungkan aspek teknik sipil, transportasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan, tetapi juga menunjukkan peran akademisi dalam mencari solusi atas persoalan pengelolaan kawasan wisata yang semakin kompleks.
Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pengelola destinasi wisata, pemerintah daerah, maupun perencana infrastruktur dalam mengembangkan kawasan wisata yang lebih berkelanjutan.
Model integrasi transportasi, tata parkir, dan Green Infrastructure yang dikembangkan tim juga dinilai berpotensi diterapkan di kawasan wisata lain di Indonesia.
Penerapan konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan, mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas transportasi, serta menciptakan destinasi yang lebih nyaman, aman, dan memiliki daya saing.
Penelitian ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi destinasi wisata menuju konsep Sustainable Tourism, dengan pendekatan pengembangan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pengunjung, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda