SUKOHARJO, JURNALPOST – Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim 2 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 53 membekali pemuda Karang Taruna Ngesti Raharjo dengan keterampilan menyusun CV ATS, mengoptimalkan LinkedIn, dan membangun personal branding.
Sosialisasi berlangsung di Kampung Klurahan, Kelurahan Sukoharjo, Jumat (7/8/2026) pukul 20.00 WIB. Sebanyak 28 anggota karang taruna mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan mahasiswa UNDIP tersebut.
Program disusun berdasarkan kebutuhan pemuda setempat dalam mempersiapkan diri memasuki dunia pendidikan lanjutan dan dunia kerja. Selain mengenalkan fungsi CV dan LinkedIn, mahasiswa mendorong peserta memahami pentingnya mengomunikasikan kemampuan, pengalaman, serta karakter secara profesional.
Bekal Awal Menghadapi Dunia Kerja
Persaingan di dunia kerja membuat kemampuan akademik perlu didukung dengan cara memperkenalkan kompetensi secara tepat. CV yang terstruktur dan profil LinkedIn yang informatif dapat membantu pencari kerja menampilkan pengalaman, keterampilan, serta potensi mereka kepada perusahaan maupun jaringan profesional.
Ketua Karang Taruna Ngesti Raharjo, Edo, mengatakan sebagian besar anggotanya masih berada di bangku sekolah. Kondisi itu menjadi pertimbangan penting dalam menentukan materi sosialisasi agar pemuda memperoleh bekal sejak dini.
“Dari Karang Taruna sendiri juga masih banyak yang masih muda dan masih sekolah, jadi memang kita membutuhkan sosialisasi terkait bagaimana cara membuat CV,” ujar Edo.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak melihat personal branding bukan sekadar pencitraan, melainkan proses mengenali keunggulan diri dan menyampaikannya secara jujur, relevan, serta konsisten melalui media profesional.
Mengenal CV ATS dan Mengoptimalkan LinkedIn
Mahasiswa menjelaskan bahwa CV ATS dirancang agar informasi pelamar dapat dibaca dengan lebih baik oleh Applicant Tracking System, yaitu sistem yang digunakan sebagian perusahaan untuk menyaring dokumen lamaran. Peserta mempelajari perbedaan CV ATS dengan CV kreatif, susunan informasi yang mudah dibaca, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dan dihindari ketika membuat CV.
Materi juga membahas cara menyesuaikan isi CV dengan kebutuhan posisi yang dilamar. Peserta diarahkan untuk menulis pengalaman dan keterampilan secara jelas, menggunakan format yang rapi, serta menghindari elemen visual berlebihan yang dapat menyulitkan sistem membaca dokumen.
Pada sesi LinkedIn, peserta diperkenalkan dengan fungsi platform tersebut sebagai ruang membangun identitas dan jejaring profesional. Pembahasan mencakup penyusunan profil, penulisan informasi pendidikan dan pengalaman, pemanfaatan fitur koneksi, serta cara menampilkan kompetensi yang relevan.

Agar pembelajaran lebih interaktif, mahasiswa menghadirkan permainan edukatif melalui Kahoot. Peserta dapat menguji kembali pemahaman mereka mengenai CV ATS, LinkedIn, dan personal branding secara langsung dalam suasana yang lebih santai.
Peserta Aktif Mengikuti Sosialisasi
Kegiatan mendapat respons positif dari peserta. Seluruh peserta mengikuti pemaparan materi dan sesi permainan, sekaligus mengajukan pertanyaan seputar penyusunan CV, pengelolaan profil LinkedIn, dan cara membangun citra profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Ketua 2 Karang Taruna Ngesti Raharjo, Sinta, menilai materi yang disampaikan bermanfaat, terutama bagi anggota yang baru menyelesaikan pendidikan.
“Alhamdulillah, teman-teman bisa menerima penyampaian dengan baik dari teman-teman KKN. Sangat bermanfaat, terutama untuk teman-teman Karang Taruna yang baru lulus, sehingga ilmunya bisa diterapkan,” kata Sinta.
Sosialisasi ini menambah wawasan peserta mengenai fungsi CV ATS dan LinkedIn dalam pengembangan karier. Para pemuda juga didorong untuk mulai memetakan kemampuan, pengalaman organisasi, dan potensi diri yang dapat menjadi bagian dari identitas profesional mereka.
Mendukung Pencapaian SDG 8
Program tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Peningkatan kapasitas serta kesiapan pemuda menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan melalui penyempurnaan CV, pengembangan profil LinkedIn, dan pemanfaatan jejaring profesional untuk memperluas peluang karier.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemuda, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat” untuk menghadirkan pengabdian yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda