Surabaya, JurnalPost.com — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Pancasila, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, mendapat pelatihan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan penjualan produk lokal.
Selama ini, berbagai produk UMKM seperti jajanan pasar, nasi bungkus, dan aneka olahan pangan lokal lebih banyak dipasarkan secara konvensional. Sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan pasar tradisional, pelanggan tetap, serta pesanan melalui WhatsApp.
Kondisi tersebut membuat jangkauan pemasaran relatif terbatas, meskipun produk yang dihasilkan memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas melalui platform digital.
Melihat potensi tersebut, tim dosen Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Konten dan Akun Marketplace bagi Pelaku UMKM Kampung Pancasila Gunung Sari.

Kegiatan yang berlangsung pada September 2026 di Kantor Kelurahan Gunung Sari ini diikuti 15 pelaku UMKM yang berasal dari wilayah RW 6 hingga RW 9.
Pelatihan tersebut bertujuan membekali pelaku usaha dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya media sosial dan marketplace, sebagai sarana promosi sekaligus penjualan produk.
Belajar Membuat Konten Promosi Menggunakan Ponsel
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha masing-masing.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar digital marketing, teknik fotografi produk menggunakan kamera ponsel, pembuatan video promosi singkat, hingga penyusunan copywriting atau deskripsi produk yang menarik bagi calon konsumen.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan langkah-langkah membuat serta mengelola akun toko daring melalui platform marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian teori. Para peserta juga mengikuti praktik langsung dengan menggunakan produk usaha mereka sendiri.
Setiap pelaku UMKM membawa produk untuk difoto, dibuatkan deskripsi pemasaran, kemudian diunggah ke toko daring yang dibuat selama pelatihan.
Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menghasilkan materi promosi digital yang dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan usahanya.
Mahasiswa Program Studi Magister Agribisnis UWKS turut berperan sebagai ko-fasilitator dalam kegiatan ini. Mereka mendampingi peserta secara berkelompok, membantu proses praktik, memandu diskusi, serta mengolah data hasil evaluasi pelatihan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta yang sudah terbiasa menggunakan ponsel dan aplikasi digital turut membantu peserta lain yang masih mengalami kesulitan.
Perbedaan usia, latar belakang pendidikan, maupun jenis usaha tidak menghalangi peserta untuk saling berbagi pengalaman dan mempelajari keterampilan pemasaran digital bersama-sama.
Marketplace Jadi Peluang Baru Memperluas Jangkauan Konsumen
Salah satu tantangan dalam pengembangan pemasaran digital bagi UMKM adalah mengubah kebiasaan berjualan yang selama ini telah berjalan secara konvensional.
Sebagian pelaku usaha merasa cukup mengandalkan pembeli di pasar tradisional, pelanggan tetap, serta pesanan melalui WhatsApp. Di sisi lain, aktivitas produksi dan penjualan sehari-hari juga menyita waktu sehingga pengelolaan pemasaran digital belum menjadi prioritas.
Menanggapi kondisi tersebut, tim pelaksana memberikan pemahaman bahwa penggunaan marketplace bukan dimaksudkan untuk menggantikan sistem penjualan yang telah berjalan.
Sebaliknya, marketplace dapat dimanfaatkan sebagai saluran pemasaran tambahan agar produk UMKM memiliki kesempatan dikenal oleh konsumen di luar lingkungan tempat usaha.
Pemanfaatan media sosial juga diharapkan membantu pelaku UMKM membangun identitas produk, memperkenalkan keunggulan usaha, serta meningkatkan interaksi dengan calon pembeli.
Namun, keberhasilan pemasaran digital tidak hanya bergantung pada kepemilikan akun marketplace. Pelaku usaha juga perlu membangun kebiasaan membuat konten secara konsisten, memperbarui informasi produk, dan merespons kebutuhan pelanggan.
Oleh karena itu, pendampingan lanjutan menjadi bagian penting dalam upaya memastikan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Kolaborasi Kampus dan Kampung Pancasila
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didukung kerja sama antara tim akademisi UWKS dan pengurus Kampung Pancasila Kelurahan Gunung Sari.
Salah satu anggota tim, Dr. Anindya Prastiwi Setiawati, juga berperan sebagai koordinator pembina Kampung Pancasila di Kelurahan Gunung Sari.
Keterlibatan tersebut membantu memperkuat koordinasi antara pihak perguruan tinggi dan masyarakat, mulai dari persiapan kegiatan, pendataan dan undangan peserta, hingga rencana pemantauan perkembangan usaha setelah pelatihan.
Pengurus Kampung Pancasila juga berperan sebagai penghubung dalam pelaksanaan pendampingan, sehingga komunikasi dengan para pelaku UMKM dapat terus berjalan.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya terkait penguatan kapasitas usaha mikro dan pengembangan ekonomi lokal.
Pendampingan Berlanjut ke Kemasan dan Label Produk
Pelatihan pemasaran digital tersebut merupakan bagian dari implementasi Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Magister Agribisnis UWKS 2025–2029, khususnya dalam bidang hilirisasi dan pemasaran produk pertanian.
Setelah memberikan pembekalan mengenai promosi digital dan pengelolaan marketplace, tim berencana melanjutkan pendampingan dengan materi pengembangan kemasan (packaging) serta pelabelan produk.
Langkah ini dinilai penting karena tampilan kemasan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesan pertama konsumen terhadap suatu produk, terutama ketika dipasarkan melalui platform digital yang mengandalkan foto dan visual.
Kemasan yang menarik, informasi produk yang jelas, serta strategi promosi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UMKM Kampung Pancasila Gunung Sari.
Melalui rangkaian pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin mampu memanfaatkan teknologi digital secara mandiri, mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik produk, serta membuka peluang pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda