Probolinggo, JurnalPost.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan talenta sains di daerah. Salah satu langkah yang dilakukan ialah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika bagi siswa SMA dari sejumlah sekolah di Probolinggo.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20 Juli 2026 di SMAK Mater Dei Probolinggo dengan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Siswa SMA di Lingkungan MGMP Fisika Probolinggo untuk OSN Fisika melalui Pembinaan Terstruktur dan Coaching Problem Solving.”
Program pembinaan dilaksanakan oleh tim dosen Unesa yang diketuai Dr. Rohim Aminullah Firdaus, S.Pd., M.Si., bersama Prof. Dr. Frida Ulfah Ermawati, M.Sc., Dr. Nugrahani Primary Putri, S.Si., M.Si., dan Dr. Fitriana, S.Si. Sejumlah mahasiswa turut dilibatkan sebagai pendamping teknis selama kegiatan berlangsung.
Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pembinaan OSN Fisika yang lebih terarah dan sistematis. Tim PKM menilai bahwa menghadapi soal-soal olimpiade tidak cukup hanya dengan menguasai rumus.
Siswa juga membutuhkan pemahaman konsep yang kuat, kemampuan memodelkan persoalan, penalaran matematis, serta strategi penyelesaian masalah yang terstruktur.
Siswa Antusias Mengikuti Pembinaan
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa tidak hanya menyimak pemaparan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mencoba menyelesaikan berbagai persoalan Fisika dengan tingkat kesulitan dan karakter yang berbeda.
Melalui pendekatan coaching problem solving, peserta dibiasakan untuk tidak langsung mencari rumus ketika berhadapan dengan sebuah soal.
Siswa terlebih dahulu diarahkan memahami persoalan, mengidentifikasi informasi yang tersedia, membuat sketsa atau representasi Fisika, menentukan variabel penting, memilih konsep atau hukum Fisika yang sesuai, kemudian menyusun strategi penyelesaian.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu bagaimana mendapatkan jawaban, tetapi juga memahami mengapa langkah tersebut digunakan. Jadi yang dibangun adalah cara berpikirnya,” ujar Ketua Tim PKM, Dr. Rohim Aminullah Firdaus.
Pendekatan tersebut juga membiasakan siswa untuk memeriksa kembali jawaban yang diperoleh, mulai dari pengecekan satuan, kewajaran nilai, hingga menganalisis kesalahan selama proses penyelesaian soal.
Menurut tim pelaksana, kebiasaan melakukan error analysis merupakan bagian penting dalam pembinaan calon peserta OSN. Dengan mengevaluasi kesalahan, siswa diharapkan dapat mengenali pola kekeliruan sekaligus memperbaikinya ketika menghadapi persoalan lain.
Dari Penguatan Konsep hingga Soal Olimpiade
Pembinaan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan konsep dasar hingga latihan soal berkarakter olimpiade.

Materi yang diberikan mencakup sejumlah bidang Fisika yang relevan dengan OSN, seperti mekanika, osilasi dan gelombang, listrik dan magnet, termodinamika, serta pemodelan matematis.
Selain menerima materi, siswa juga mengerjakan latihan soal secara bertingkat. Proses pembahasannya menitikberatkan pada strategi penyelesaian dan proses berpikir, bukan sekadar memperoleh jawaban akhir.
Model pembinaan tersebut diharapkan dapat membantu siswa ketika menghadapi soal-soal nonrutin yang membutuhkan kemampuan analisis lebih tinggi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, guru, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
MGMP Fisika Probolinggo dan SMAN 1 Probolinggo turut mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk dalam penyediaan fasilitas, koordinasi peserta, serta pendampingan siswa selama proses pembinaan.
Dukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas
Kegiatan PKM S2 Fisika Unesa juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas atau Quality Education.
Melalui pembinaan Fisika yang dilakukan secara terstruktur, siswa mendapatkan kesempatan untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, sistematis, dan keterampilan pemecahan masalah.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat SDG 4 dalam mendorong tersedianya pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan hasil pembelajaran.
Kontribusi tersebut juga relevan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Unesa yang berkaitan dengan peran perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian SDG 4.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan Unesa dalam memperluas dampak pendidikan berkualitas di luar lingkungan kampus, khususnya melalui penguatan pembelajaran sains pada jenjang sekolah menengah.
Dengan demikian, pembinaan OSN Fisika tidak hanya diarahkan untuk mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia serta ekosistem pendidikan sains di daerah.
Program Tidak Berhenti pada Pelatihan
Tim PKM Unesa menargetkan program tersebut tidak berhenti setelah sesi pelatihan selesai.
Kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah perangkat pembinaan yang dapat dimanfaatkan sekolah dan MGMP, antara lain modul pembinaan OSN Fisika, bank soal bertingkat, pembahasan berbasis strategi, lembar kerja, serta perangkat evaluasi.
Perangkat tersebut diharapkan dapat membantu guru melanjutkan proses pembinaan secara mandiri dan lebih sistematis.
Keberlanjutan program dirancang melalui pelaksanaan latihan secara berkala, pemanfaatan bank soal, try out, evaluasi perkembangan siswa, serta integrasi pola coaching problem solving dalam program pembinaan OSN di sekolah maupun MGMP.
Bagi Unesa, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk hadir lebih dekat dengan sekolah sekaligus turut memperkuat ekosistem pendidikan sains di daerah.
“Harapannya, semangat siswa yang sangat baik ini dapat terus dipelihara. Pembinaan OSN bukan hanya untuk mengejar kompetisi, tetapi juga untuk membentuk kemampuan berpikir ilmiah, kritis, sistematis, dan mandiri yang akan bermanfaat bagi siswa dalam pendidikan mereka selanjutnya,” ungkap tim pelaksana.
Melalui kolaborasi antara Unesa, MGMP Fisika Probolinggo, dan sekolah-sekolah peserta, pembinaan talenta Fisika diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan serta membuka semakin banyak kesempatan bagi siswa daerah untuk mengembangkan potensi akademiknya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda