Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Psikologi Bencana: Memahami Jiwa di Tengah Krisis dan Pentingnya Dukungan bagi Penyintas

Psikologi Bencana: Memahami Jiwa di Tengah Krisis dan Pentingnya Dukungan bagi Penyintas

Foto profil Rafi Adinata
Editor: Rafi Adinata
29 September 2026, 17.50 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Buku Psikologi Bencana
Buku Psikologi Bencana Foto: Sumber: Penerbit

JurnalPost.com - Bencana dapat berakhir dalam hitungan menit atau jam, tetapi dampaknya terhadap kondisi psikologis seseorang bisa bertahan jauh lebih lama. Gempa mungkin telah berhenti dan banjir telah surut, namun rasa aman belum tentu segera kembali.

Bagi penyintas, kehilangan tempat tinggal, anggota keluarga, harta benda, maupun rutinitas sehari-hari dapat memunculkan berbagai reaksi psikologis, seperti rasa takut, sedih, cemas, hingga kesulitan tidur. Setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda terhadap pengalaman tersebut.

IKLAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa tekanan psikologis setelah situasi darurat pada banyak orang dapat berkurang secara bertahap seiring berjalannya waktu. Meski demikian, sebagian penyintas dapat membutuhkan dukungan lanjutan untuk membantu proses pemulihan.

Kondisi tersebut menjadi penting diperhatikan di Indonesia yang memiliki risiko terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor. Penanganan bencana karena itu tidak hanya berkaitan dengan proses evakuasi, pemenuhan kebutuhan pangan, maupun pembangunan kembali infrastruktur.

Pemulihan kondisi psikologis penyintas juga menjadi bagian penting dari proses setelah bencana. Persoalannya bukan hanya bagaimana seseorang dapat selamat dari kejadian tersebut, tetapi juga bagaimana mereka mampu membangun kembali rasa aman dan melanjutkan kehidupannya.

Dari Stres hingga Pemulihan Jangka Panjang

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam buku “Psikologi Bencana: Memahami Jiwa di Tengah Krisis” karya Dr. Anjarie Dharmastuti, Dr. Tutut Chusniyah, dan Ikhwanul Ihsan Armalid.

Melalui 16 bab, buku ini membahas beragam aspek psikologi dalam situasi bencana, mulai dari teori stres, coping atau cara individu menghadapi tekanan, pertolongan pertama psikologis, asesmen trauma, hingga berbagai strategi yang dapat digunakan dalam proses pemulihan jangka panjang.

Pembahasan teoritis tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah peristiwa bencana besar di Indonesia, seperti Tsunami Aceh 2004, Gempa Yogyakarta 2006, serta bencana yang melanda Palu pada 2018.

Penggunaan contoh dari berbagai peristiwa di Indonesia membuat pembahasan psikologi bencana menjadi lebih dekat dengan pengalaman masyarakat. Pembaca dapat melihat bagaimana teori psikologi diterapkan dalam kondisi nyata ketika individu maupun komunitas menghadapi situasi krisis.

Mengenal Pertolongan Pertama Psikologis

Salah satu topik yang mendapat perhatian dalam buku ini adalah Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis.

WHO menggambarkan PFA sebagai bentuk bantuan awal yang manusiawi, suportif, dan praktis kepada seseorang yang sedang mengalami situasi krisis. Pendekatan tersebut tetap memperhatikan martabat, budaya, serta kemampuan individu dalam menghadapi kondisi yang dialaminya.

Dalam praktiknya, pertolongan pertama psikologis tidak selalu berbentuk intervensi yang rumit. Dukungan dapat dimulai dengan mendengarkan penyintas tanpa memaksanya untuk menceritakan pengalaman traumatis, membantu mengenali kebutuhan yang paling mendesak, hingga menghubungkan orang tersebut dengan keluarga, komunitas, maupun layanan yang tersedia.

IKLAN

Pemahaman mengenai PFA menjadi penting bukan hanya bagi tenaga profesional, tetapi juga bagi relawan dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana.

Dukungan awal yang diberikan secara tepat dan sensitif dapat membantu penyintas merasa lebih aman dan memperoleh bantuan yang dibutuhkan. Sementara itu, individu yang mengalami kesulitan psikologis berat atau berkepanjangan perlu mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan mental yang sesuai.

Konteks Lokal dalam Proses Pemulihan

Selain membahas teori dan praktik psikologi bencana, buku ini turut menyoroti pentingnya nilai-nilai lokal dalam mendukung proses pemulihan.

Gotong royong, hubungan keluarga, dukungan komunitas, hingga spiritualitas dapat menjadi sumber kekuatan bagi seseorang setelah mengalami bencana. Kehadiran orang-orang terdekat sering kali membantu penyintas mengembalikan rasa aman dan membangun kembali kehidupan sosialnya.

Namun, setiap bentuk dukungan tetap perlu diberikan dengan menghargai kebutuhan, kondisi, serta pilihan masing-masing individu. Tidak semua penyintas membutuhkan bentuk bantuan yang sama karena pengalaman dan kemampuan menghadapi krisis juga berbeda.

Dengan cakupan tersebut, “Psikologi Bencana: Memahami Jiwa di Tengah Krisis” dapat menjadi referensi bagi psikolog, tenaga kesehatan, relawan kebencanaan, akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin memahami sisi psikologis dari sebuah bencana.

Buku ini sekaligus mengingatkan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika rumah kembali dibangun atau kebutuhan dasar telah terpenuhi. Pemulihan juga menyangkut upaya mengembalikan rasa aman, memperkuat hubungan sosial, serta memberikan ruang bagi kesehatan jiwa para penyintas.

Flyer Buku Psikologi Bencana Sumber Penerbit
Flyer Buku Psikologi Bencana (Sumber: Penerbit)

Informasi Buku

  • Judul: Psikologi Bencana: Memahami Jiwa di Tengah Krisis

  • Penulis: Dr. Anjarie Dharmastuti, Dr. Tutut Chusniyah, Ikhwanul Ihsan Armalid

  • Penerbit: PT Ganesha Kreasi Semesta

  • ISBN: 978-634-7403-63-6

  • Cetakan: Oktober 2025

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/psikologi-bencana-memahami-jiwa-di-tengah-krisis-dan-pentingnya-dukungan-bagi-penyintas/97896/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.48 WITA

  • #Bencana Alam
  • #Kesehatan Mental
  • #buku psikologi
  • #dr. anjarie dharmastuti
  • #pemulihan pascabencana
  • #pertolongan pertama psikologis
  • #psikologi bencana
  • #trauma

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Pilihan Editor

  1. 1 Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama
  2. 2

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  3. 3

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  4. 4

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.