Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Belajar IoT dari Sensor DHT11, Siswa SMKN 2 Depok Praktik Monitoring Lingkungan Digital

Belajar IoT dari Sensor DHT11, Siswa SMKN 2 Depok Praktik Monitoring Lingkungan Digital

Foto profil Alvin Pradana
Editor: Alvin Pradana
22 September 2026, 18.23 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Belajar IoT

SLEMAN, JurnalPost.com – Sebanyak 36 peserta didik kelas XI B Program Keahlian Teknik Otomasi Industri SMK Negeri 2 Depok, Sleman, mengikuti pembelajaran berbasis Internet of Things (IoT) pada mata pelajaran Piranti Sensor dan Aktuator.

Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep IoT secara teori, tetapi juga mencoba langsung bagaimana sebuah perangkat dapat membaca, mengirim, dan memantau data kondisi lingkungan melalui jaringan internet.

IKLAN

Pembelajaran tersebut merupakan bagian dari kegiatan Praktik Kependidikan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis teknologi kepada peserta didik. Salah satu perangkat yang digunakan adalah sensor DHT11 untuk membaca suhu dan kelembaban lingkungan.

Perkantoran dan Layanan Bisnis
Baca Juga

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Melalui praktik tersebut, peserta didik diperkenalkan pada teknologi yang kini banyak digunakan dalam dunia industri, mulai dari sistem otomasi, pemantauan kondisi mesin, smart building, hingga berbagai perangkat yang terhubung melalui internet.

Kegiatan diawali dengan pengenalan konsep dasar Internet of Things, sensor, mikrokontroler, jaringan Wi-Fi, hingga protokol komunikasi MQTT atau Message Queuing Telemetry Transport.

Materi dasar itu menjadi bekal bagi siswa untuk memahami bagaimana sebuah perangkat elektronik dapat terhubung dengan perangkat lain serta melakukan pertukaran data melalui jaringan.

Setelah mempelajari konsepnya, peserta didik mulai melakukan pemrograman mikrokontroler agar dapat membaca data dari sensor DHT11. Sensor tersebut digunakan untuk mendeteksi nilai suhu dan kelembaban di lingkungan sekitar.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Data yang telah diperoleh kemudian dikirimkan melalui jaringan menuju broker HiveMQ yang berfungsi sebagai perantara komunikasi antara perangkat pengirim dan penerima data.

Pada tahap tersebut, siswa juga mengenal konsep Publisher-Subscriber dalam protokol MQTT. Dalam sistem ini, perangkat dapat berperan sebagai pengirim data atau publisher, sementara perangkat lain dapat menerima informasi melalui mekanisme subscriber.

Pembelajaran menjadi semakin menarik ketika peserta didik mulai melakukan pengujian terhadap perangkat yang telah mereka rangkai dan program.

Tidak seluruh proses langsung berjalan sempurna. Beberapa siswa harus melakukan debugging ketika menemukan masalah pada perangkat keras, program mikrokontroler, koneksi Wi-Fi, maupun proses pengiriman data.

Desa Sampet
Baca Juga

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Sensor DHT11

Proses mencari kesalahan tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran. Peserta didik dituntut untuk mengidentifikasi sumber masalah, melakukan analisis, kemudian menentukan langkah perbaikan agar perangkat dapat kembali bekerja sesuai rancangan.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses pengembangan sebuah sistem teknologi, mulai dari perencanaan, perakitan perangkat, pemrograman, pengujian, hingga penyelesaian masalah.

Menghubungkan Otomasi Industri dan Teknologi Digital

Penggunaan IoT dalam pembelajaran membuat materi sensor dan aktuator menjadi lebih kontekstual. Peserta didik dapat melihat secara langsung hubungan antara perangkat keras, sistem pemrograman, jaringan komunikasi, dan teknologi berbasis cloud.

Sensor yang sebelumnya hanya dipahami sebagai perangkat untuk membaca kondisi tertentu kini dapat dikembangkan menjadi bagian dari sistem pemantauan yang lebih luas.

Dalam dunia industri, pendekatan serupa dapat digunakan untuk memantau suhu ruangan, kondisi mesin, kelembaban area produksi, kualitas lingkungan, hingga berbagai parameter lain secara waktu nyata.

Melalui pembelajaran tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh kemampuan teknis dalam mengoperasikan sensor dan mikrokontroler, tetapi juga dilatih untuk berpikir secara sistematis.

IKLAN

Mereka belajar menganalisis permasalahan, memahami hubungan antara satu komponen dengan komponen lainnya, serta mencari solusi ketika sistem yang dibuat belum berjalan sesuai harapan.

Kemampuan tersebut menjadi penting dalam pendidikan vokasi karena perkembangan industri saat ini semakin mengintegrasikan teknologi otomasi dengan sistem digital dan konektivitas internet.

Mendukung Pendidikan Berkualitas

Pembelajaran berbasis IoT ini juga berkaitan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Penerapan teknologi dalam proses pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan teknis, literasi digital, kreativitas, hingga keterampilan pemecahan masalah.

Sebagai sekolah vokasi, pembelajaran di SMK Negeri 2 Depok diarahkan agar kompetensi yang diperoleh peserta didik tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Perubahan teknologi industri yang berlangsung cepat membuat kemampuan memahami sistem digital menjadi semakin penting, termasuk bagi peserta didik pada bidang otomasi industri.

Melalui praktik langsung, siswa memperoleh pengalaman yang tidak hanya berasal dari buku atau penjelasan di kelas, tetapi juga dari proses merancang dan menguji perangkat secara mandiri.

Mengenalkan Teknologi Pemantauan Lingkungan

Penggunaan sensor suhu dan kelembaban juga memberikan gambaran sederhana mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi lingkungan.

Sensor DHT11 memungkinkan perubahan suhu dan tingkat kelembaban tercatat dalam bentuk data digital. Data tersebut selanjutnya dapat dikirimkan, dipantau, dan dikembangkan menjadi sistem monitoring yang lebih kompleks.

Pendekatan ini memiliki keterkaitan dengan SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, terutama dalam pengenalan penggunaan teknologi berbasis data untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan.

Walaupun praktik yang dilakukan masih dalam skala pembelajaran, peserta didik dapat memahami bahwa pengukuran kondisi lingkungan merupakan salah satu tahapan penting dalam pengelolaan data.

Data yang dikumpulkan secara konsisten dapat dimanfaatkan untuk mengetahui perubahan kondisi lingkungan dan menjadi dasar pengembangan berbagai sistem pemantauan.

Pembelajaran IoT tersebut akhirnya menjadi sarana bagi peserta didik untuk menggabungkan kompetensi di bidang otomasi industri dengan perkembangan teknologi informasi.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana pendidikan vokasi dapat terus beradaptasi dengan transformasi digital melalui pembelajaran yang menekankan praktik, eksperimen, analisis, dan penyelesaian masalah.

Dengan mengenal teknologi IoT sejak di bangku sekolah, peserta didik diharapkan memiliki pengalaman yang lebih kuat dalam memahami perkembangan teknologi sekaligus mampu menggunakannya secara kreatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Biodata Penulis

Nama: Ali Fiannur Dian Rizqi
Program Studi: Pendidikan Teknik Mekatronika
Universitas: Universitas Negeri Yogyakarta

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/belajar-iot-dari-sensor-dht11-siswa-smkn-2-depok-praktik-monitoring-lingkungan-digital/97808/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.28 WITA

  • #Internet of Things
  • #IoT
  • #Otomasi Industri
  • #Pendidikan Vokasi
  • #Praktik Digital
  • #SMKN 2 Depok
  • #Sensor DHT11

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian
  2. 2

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

  3. 3

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  4. 4

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  5. 5

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.