SLEMAN, JurnalPost.com – Sebanyak 36 peserta didik kelas XI B Program Keahlian Teknik Otomasi Industri SMK Negeri 2 Depok, Sleman, mengikuti pembelajaran berbasis Internet of Things (IoT) pada mata pelajaran Piranti Sensor dan Aktuator.
Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep IoT secara teori, tetapi juga mencoba langsung bagaimana sebuah perangkat dapat membaca, mengirim, dan memantau data kondisi lingkungan melalui jaringan internet.
Pembelajaran tersebut merupakan bagian dari kegiatan Praktik Kependidikan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis teknologi kepada peserta didik. Salah satu perangkat yang digunakan adalah sensor DHT11 untuk membaca suhu dan kelembaban lingkungan.
Melalui praktik tersebut, peserta didik diperkenalkan pada teknologi yang kini banyak digunakan dalam dunia industri, mulai dari sistem otomasi, pemantauan kondisi mesin, smart building, hingga berbagai perangkat yang terhubung melalui internet.
Kegiatan diawali dengan pengenalan konsep dasar Internet of Things, sensor, mikrokontroler, jaringan Wi-Fi, hingga protokol komunikasi MQTT atau Message Queuing Telemetry Transport.
Materi dasar itu menjadi bekal bagi siswa untuk memahami bagaimana sebuah perangkat elektronik dapat terhubung dengan perangkat lain serta melakukan pertukaran data melalui jaringan.
Setelah mempelajari konsepnya, peserta didik mulai melakukan pemrograman mikrokontroler agar dapat membaca data dari sensor DHT11. Sensor tersebut digunakan untuk mendeteksi nilai suhu dan kelembaban di lingkungan sekitar.
Data yang telah diperoleh kemudian dikirimkan melalui jaringan menuju broker HiveMQ yang berfungsi sebagai perantara komunikasi antara perangkat pengirim dan penerima data.
Pada tahap tersebut, siswa juga mengenal konsep Publisher-Subscriber dalam protokol MQTT. Dalam sistem ini, perangkat dapat berperan sebagai pengirim data atau publisher, sementara perangkat lain dapat menerima informasi melalui mekanisme subscriber.
Pembelajaran menjadi semakin menarik ketika peserta didik mulai melakukan pengujian terhadap perangkat yang telah mereka rangkai dan program.
Tidak seluruh proses langsung berjalan sempurna. Beberapa siswa harus melakukan debugging ketika menemukan masalah pada perangkat keras, program mikrokontroler, koneksi Wi-Fi, maupun proses pengiriman data.

Proses mencari kesalahan tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran. Peserta didik dituntut untuk mengidentifikasi sumber masalah, melakukan analisis, kemudian menentukan langkah perbaikan agar perangkat dapat kembali bekerja sesuai rancangan.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses pengembangan sebuah sistem teknologi, mulai dari perencanaan, perakitan perangkat, pemrograman, pengujian, hingga penyelesaian masalah.
Menghubungkan Otomasi Industri dan Teknologi Digital
Penggunaan IoT dalam pembelajaran membuat materi sensor dan aktuator menjadi lebih kontekstual. Peserta didik dapat melihat secara langsung hubungan antara perangkat keras, sistem pemrograman, jaringan komunikasi, dan teknologi berbasis cloud.
Sensor yang sebelumnya hanya dipahami sebagai perangkat untuk membaca kondisi tertentu kini dapat dikembangkan menjadi bagian dari sistem pemantauan yang lebih luas.
Dalam dunia industri, pendekatan serupa dapat digunakan untuk memantau suhu ruangan, kondisi mesin, kelembaban area produksi, kualitas lingkungan, hingga berbagai parameter lain secara waktu nyata.
Melalui pembelajaran tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh kemampuan teknis dalam mengoperasikan sensor dan mikrokontroler, tetapi juga dilatih untuk berpikir secara sistematis.
Mereka belajar menganalisis permasalahan, memahami hubungan antara satu komponen dengan komponen lainnya, serta mencari solusi ketika sistem yang dibuat belum berjalan sesuai harapan.
Kemampuan tersebut menjadi penting dalam pendidikan vokasi karena perkembangan industri saat ini semakin mengintegrasikan teknologi otomasi dengan sistem digital dan konektivitas internet.
Mendukung Pendidikan Berkualitas
Pembelajaran berbasis IoT ini juga berkaitan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Penerapan teknologi dalam proses pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan teknis, literasi digital, kreativitas, hingga keterampilan pemecahan masalah.
Sebagai sekolah vokasi, pembelajaran di SMK Negeri 2 Depok diarahkan agar kompetensi yang diperoleh peserta didik tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Perubahan teknologi industri yang berlangsung cepat membuat kemampuan memahami sistem digital menjadi semakin penting, termasuk bagi peserta didik pada bidang otomasi industri.
Melalui praktik langsung, siswa memperoleh pengalaman yang tidak hanya berasal dari buku atau penjelasan di kelas, tetapi juga dari proses merancang dan menguji perangkat secara mandiri.
Mengenalkan Teknologi Pemantauan Lingkungan
Penggunaan sensor suhu dan kelembaban juga memberikan gambaran sederhana mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi lingkungan.
Sensor DHT11 memungkinkan perubahan suhu dan tingkat kelembaban tercatat dalam bentuk data digital. Data tersebut selanjutnya dapat dikirimkan, dipantau, dan dikembangkan menjadi sistem monitoring yang lebih kompleks.
Pendekatan ini memiliki keterkaitan dengan SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, terutama dalam pengenalan penggunaan teknologi berbasis data untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan.
Walaupun praktik yang dilakukan masih dalam skala pembelajaran, peserta didik dapat memahami bahwa pengukuran kondisi lingkungan merupakan salah satu tahapan penting dalam pengelolaan data.
Data yang dikumpulkan secara konsisten dapat dimanfaatkan untuk mengetahui perubahan kondisi lingkungan dan menjadi dasar pengembangan berbagai sistem pemantauan.
Pembelajaran IoT tersebut akhirnya menjadi sarana bagi peserta didik untuk menggabungkan kompetensi di bidang otomasi industri dengan perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana pendidikan vokasi dapat terus beradaptasi dengan transformasi digital melalui pembelajaran yang menekankan praktik, eksperimen, analisis, dan penyelesaian masalah.
Dengan mengenal teknologi IoT sejak di bangku sekolah, peserta didik diharapkan memiliki pengalaman yang lebih kuat dalam memahami perkembangan teknologi sekaligus mampu menggunakannya secara kreatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Biodata Penulis
Nama: Ali Fiannur Dian Rizqi
Program Studi: Pendidikan Teknik Mekatronika
Universitas: Universitas Negeri Yogyakarta
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda