Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Dukung Gaya Hidup Sehat, ITS Ciptakan Selai Sorgum Tinggi Serat

Dukung Gaya Hidup Sehat, ITS Ciptakan Selai Sorgum Tinggi Serat

F
Penulis: Fajerin Muhammad Habibie
01 Oktober 2026, 19.44 WITA Editor: Rina Maharani
4 menit baca
Sertifikasi halal oleh PUSAT STUDI HALAL ITS bersama Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D, IPM (kanan)
Sertifikasi halal oleh PUSAT STUDI HALAL ITS bersama Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D, IPM (kanan) Foto: Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D, IPM

SURABAYA, JurnalPost.com – Meningkatnya kasus obesitas di Indonesia menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi sektor kesehatan, tetapi juga industri pangan. Pola konsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat dinilai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap persoalan tersebut, terutama di kalangan usia produktif.

Berangkat dari kondisi itu, tim peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi pangan bernama SORG+, yakni selai berbahan dasar kombinasi sorgum dan puree buah yang dirancang sebagai alternatif pangan dengan kandungan serat serta karakteristik gizi yang lebih baik.

IKLAN

SORG+ diformulasikan menggunakan 70 persen puree buah dan 7 persen sorgum. Komposisi tersebut dikembangkan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya memperhatikan aspek nutrisi, tetapi juga tetap memiliki rasa dan tekstur yang dapat diterima oleh masyarakat.

Pengembangan produk dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengujian laboratorium, pengurusan sertifikasi, validasi ahli, hingga pengujian langsung kepada konsumen.

Sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, SORG+ terlebih dahulu menjalani pengujian komposisi gizi di laboratorium. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kandungan kalori, serat, gula, serta parameter lain yang berkaitan dengan karakteristik gizi produk.

Riset konsumen penyandang obesitas oleh Siraja (kanan) kepada David (kiri)
Riset konsumen penyandang obesitas oleh Siraja (kanan) kepada David (kiri)Foto: David

Hasil pengujian menjadi bagian penting dalam memastikan formulasi SORG+ memiliki dasar ilmiah sebelum dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu alternatif pangan fungsional.

Selain pengujian kandungan gizi, tim pengembang juga menempuh proses pengurusan sertifikasi halal. Tahapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan produk memenuhi standar keamanan dan kehalalan pangan yang berlaku di Indonesia.

Sertifikasi halal dinilai penting mengingat produk pangan yang dikembangkan di lingkungan akademik diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga memiliki peluang untuk digunakan dan diterima oleh masyarakat secara lebih luas.

Dalam proses pengembangannya, SORG+ turut melibatkan pakar gizi untuk memberikan telaah terhadap formulasi dan potensi manfaat produk. Evaluasi dari tenaga ahli dilakukan untuk memastikan komposisi yang digunakan tetap mempertimbangkan prinsip pemenuhan gizi dan pengelolaan pola makan.

Validasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat dasar pengembangan SORG+ sebagai inovasi pangan yang lahir dari proses penelitian.

IKLAN

Tim SORG+ juga memperkenalkan produknya melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan dalam ajang GEREX ITS 2026.

Dalam kegiatan tersebut, pengunjung berkesempatan mengikuti uji organoleptik dengan memberikan penilaian terhadap rasa, aroma, dan tekstur SORG+. Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan tim untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya memilih makanan dengan kandungan gula yang terkontrol dan serat yang mencukupi.

Tidak berhenti pada pengujian laboratorium dan kegiatan pameran, tim pengembang juga melakukan riset langsung bersama konsumen penyandang obesitas.

Melalui wawancara serta uji konsumsi, tim memperoleh masukan mengenai pengalaman konsumen setelah mencoba produk. Salah seorang peserta riset, David (21), mengaku harus lebih selektif dalam memilih makanan karena kondisi yang dialaminya.

“Sebagai penderita obesitas, saya jadi harus lebih hati-hati dalam memilih makanan. Produk di pasaran kebanyakan tinggi gula. Namun setelah mencoba SORG+ varian stroberi, saya merasakan efek kenyang yang lebih lama berkat kandungan serat sorgumnya. Ini sangat membantu saya mengendalikan rasa lapar berlebih,” tutur David.

Masukan dari konsumen tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim dalam menyempurnakan produk. Pengalaman pengguna juga memberikan gambaran awal mengenai penerimaan SORG+ sebagai salah satu alternatif pangan dalam mendukung pengaturan pola konsumsi.

Ketua tim pengembang berharap SORG+ dapat menjadi langkah awal dalam memperluas pilihan pangan sehat yang lebih mudah dijangkau masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang berupaya mengelola berat badan.

Pengembangan produk berbasis sorgum tersebut sekaligus menunjukkan potensi hasil riset perguruan tinggi untuk menjawab persoalan kesehatan melalui inovasi pangan.

Ke depan, tim berharap inovasi Selai Sorgum-Puree SORG+ dapat terus dikembangkan melalui penelitian lanjutan, penyempurnaan formulasi, serta pengujian yang lebih luas sehingga berpeluang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Inovasi tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengembangan alternatif pangan yang mendukung pola hidup sehat.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/dukung-gaya-hidup-sehat-its-ciptakan-selai-sorgum-tinggi-serat/97936/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.41 WITA

  • #Edukasi Kesehatan
  • #ITS
  • #Inovasi
  • #SORG+
  • #gaya hidup
  • #gaya hidup sehat
  • #inovasi pangan
  • #obesitas
  • #pangan fungsional
  • #selai sorgum
  • #serat tinggi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar
  2. 2

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. 3

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  4. 4

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  5. 5

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.