Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  2. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  3. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. FH UPN “Veteran” Jawa Timur Dampingi Warga Kedungdowo Lindungi Varietas Tanaman dan Inovasi Teknologi

FH UPN “Veteran” Jawa Timur Dampingi Warga Kedungdowo Lindungi Varietas Tanaman dan Inovasi Teknologi

Foto profil Veronica Cynthia Wibowo, S.H., M.H.
Penulis: Veronica Cynthia Wibowo, S.H., M.H.
27 September 2026, 14.44 WITA Editor: Gilang Pamungkas
6 menit baca
Foto Pemaparan Materi Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dan Paten Teknologi Sederhana
Penyampaian Materi oleh Dr. Asri Wijayanti, S.H., M.H., Veronica Cynthia Wibowo, S.H., M.H., dan Dinda Bhawika Wimala Pastika, S.H., M.H. Foto: Dokumentasi Panitia

BOJONEGORO, JurnalPost.com – Potensi pertanian dan inovasi sederhana yang lahir dari masyarakat desa tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika memenuhi persyaratan tertentu, hasil pengembangan tersebut juga berpeluang memperoleh perlindungan hukum dan dikembangkan menjadi aset bernilai ekonomi.

Pemahaman itu menjadi fokus kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur yang digelar di Desa Kedungdowo, Kabupaten Bojonegoro, Kamis, 6 Agustus 2026.

IKLAN

Kegiatan tersebut dikemas dalam sosialisasi dan pendampingan mengenai pendaftaran Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) serta paten sederhana bagi inovasi teknologi yang dikembangkan masyarakat.

FK UPN
Baca Juga

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Tiga dosen Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur hadir sebagai narasumber, yakni Dr. Asri Wijayanti, S.H., M.H., Veronica Cynthia Wibowo, S.H., M.H., dan Dinda Bhawika Wimala Pastika, S.H., M.H.

Sosialisasi diikuti warga Desa Kedungdowo serta dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro Zaenal Fanani, S.Pi., M.P. dan perangkat pemerintah desa.

Kegiatan ini mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membahas bagaimana potensi pertanian maupun inovasi yang berkembang di tingkat lokal dapat diidentifikasi dan mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan hukum.

Mengenali Potensi Inovasi dari Tingkat Desa

Masyarakat desa memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berkembang melalui aktivitas sehari-hari. Dalam sektor pertanian, misalnya, petani dapat menemukan atau mengembangkan varietas tanaman dengan karakter tertentu melalui proses budidaya yang berlangsung dalam jangka panjang.

PKM Edu
Baca Juga

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Hal serupa juga dapat terjadi pada teknologi sederhana yang dibuat untuk membantu kegiatan pertanian, pengolahan hasil produksi, maupun kebutuhan masyarakat lainnya.

Namun, suatu inovasi tidak secara otomatis memperoleh perlindungan hukum. Karena itu, masyarakat perlu memahami terlebih dahulu bentuk perlindungan yang tersedia serta persyaratan yang harus dipenuhi.

Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan dengan konsep Perlindungan Varietas Tanaman atau PVT. Instrumen ini berkaitan dengan perlindungan terhadap varietas tanaman yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Selain PVT, masyarakat juga mendapatkan penjelasan mengenai paten dan paten sederhana sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap invensi di bidang teknologi.

Desa Sampet
Baca Juga

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Pemahaman mengenai dua skema perlindungan tersebut dinilai penting agar masyarakat mampu membedakan jenis inovasi yang dimiliki sebelum menentukan jalur perlindungan yang sesuai.

Perlindungan Hukum Bukan Sekadar Administrasi

Perlindungan terhadap kekayaan intelektual sering dianggap hanya berkaitan dengan proses pendaftaran dan pengurusan dokumen. Padahal, perlindungan hukum dapat menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan inovasi.

Ketika suatu varietas atau teknologi telah diidentifikasi dan memenuhi persyaratan perlindungan, masyarakat memiliki dasar yang lebih jelas untuk mengembangkan serta memanfaatkan inovasi tersebut.

Dalam konteks pengembangan ekonomi desa, proses itu juga dapat menjadi bagian dari hilirisasi potensi lokal.

Foto pada 6 Agustus 2026
Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen FH UPN "Veteran" Jawa Timur di Desa Kedungdowo BojonegoroFoto: Dokumentasi Panitia

Hilirisasi tidak selalu dimulai dari teknologi berskala besar. Pada tingkat desa, proses tersebut dapat berawal dari identifikasi potensi, pengujian, perlindungan hukum, pengembangan produk hingga pemanfaatannya secara lebih luas.

Karena itu, kegiatan sosialisasi di Kedungdowo diarahkan sebagai tahap awal agar masyarakat mampu melihat hasil kreativitas dan pengalamannya dari perspektif yang lebih luas.

Varietas tanaman maupun teknologi sederhana yang sebelumnya hanya digunakan dalam lingkungan terbatas dapat memiliki peluang dikembangkan lebih jauh apabila memiliki keunikan, manfaat, serta memenuhi ketentuan perlindungan yang berlaku.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah

Keterlibatan pemerintah daerah dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam proses pengembangan potensi tersebut.

IKLAN

Pemerintah daerah memiliki peran dalam pembinaan sektor pertanian dan pengembangan ekonomi masyarakat. Sementara itu, pemerintah desa berada paling dekat dengan berbagai kegiatan dan inovasi yang tumbuh di tengah warga.

Perguruan tinggi dapat melengkapi proses tersebut melalui pendampingan berdasarkan bidang keilmuan.

Dalam kegiatan di Kedungdowo, Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur memberikan pendekatan dari sisi hukum, khususnya mengenai perlindungan kekayaan intelektual.

Kolaborasi semacam ini dibutuhkan karena proses perlindungan inovasi umumnya tidak selesai hanya pada tahap pendaftaran.

Identifikasi terhadap potensi, pemeriksaan persyaratan, penyusunan dokumen, pendampingan teknis hingga pengembangan hasil inovasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan kompetensi yang berbeda.

Mendorong Warga Tidak Berhenti pada Tahap Menciptakan

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya masyarakat mengenali nilai dari inovasi yang mereka hasilkan.

Selama ini, berbagai teknologi sederhana maupun pengembangan di sektor pertanian dapat muncul karena kebutuhan praktis. Inovasi tersebut kemudian digunakan secara turun-temurun atau hanya dimanfaatkan dalam lingkup terbatas.

Padahal, apabila memiliki unsur kebaruan atau karakter tertentu serta memenuhi persyaratan hukum, hasil inovasi tersebut dapat memiliki peluang memperoleh perlindungan.

Karena itu, masyarakat didorong untuk tidak berhenti pada tahap menciptakan atau menggunakan inovasi.

Setelah sebuah potensi ditemukan, diperlukan proses untuk menilai karakteristiknya, menentukan bentuk perlindungan yang tepat, mempersiapkan persyaratan, serta merencanakan pemanfaatannya.

Pendampingan hukum kemudian berfungsi sebagai salah satu jembatan antara pengetahuan masyarakat mengenai inovasi dengan mekanisme perlindungan yang tersedia.

Bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat

Kegiatan di Desa Kedungdowo menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, pengetahuan hukum yang berkembang di lingkungan perguruan tinggi diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi mengenai peraturan, tetapi juga membantu masyarakat melihat keterkaitan antara hukum, inovasi, pertanian, dan pengembangan ekonomi.

Bagi masyarakat desa, pemahaman semacam ini penting karena potensi lokal sering kali tumbuh melalui pengalaman panjang yang tidak selalu terdokumentasikan atau teridentifikasi sebagai bagian dari kekayaan intelektual.

Pendampingan sejak tahap awal diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan varietas tanaman atau menciptakan teknologi yang berpotensi mendapatkan perlindungan.

Membuka Jalan Pengembangan Potensi Lokal

Sosialisasi mengenai PVT dan paten sederhana di Desa Kedungdowo menjadi langkah awal untuk memperkenalkan perlindungan kekayaan intelektual secara lebih dekat kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan potensi desa tidak hanya berkaitan dengan peningkatan hasil produksi, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap inovasi yang lahir dari masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi, potensi pertanian maupun teknologi yang berkembang di Kedungdowo dapat diidentifikasi lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan perlindungan dan pengembangannya.

Pendampingan yang berkelanjutan menjadi penting agar inovasi tidak berhenti sebagai pengetahuan lokal semata, tetapi dapat bergerak menuju proses perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://www.jurnalpost.kolomopini.com/fh-upn-veteran-jawa-timur-dampingi-warga-kedungdowo-lindungi-varietas-tanaman-dan-inovasi-teknologi/97872/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.03 WITA

  • #Kekayaan Intelektual
  • #Pengabdian kepada Masyarakat
  • #Potensi Desa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Pilihan Editor

  1. 1 UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik
  2. 2

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. 3

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  4. 4

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  5. 5

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.