Surakarta, JurnalPost.com — Tim Fajar Indah Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Seminar dan Workshop IBU PREATIF atau Ibu Protektif dan Kreatif Finansial untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman mengenai proteksi finansial di lingkungan keluarga.
Kegiatan yang berlangsung pada 27 dan 29 Agustus 2026 di Kantor Kelurahan Manahan, Surakarta, tersebut diikuti oleh 50 peserta. Mereka terdiri atas 35 anggota PKK Kelurahan Manahan dan 15 peserta dari kalangan eksternal.
Program IBU PREATIF merupakan realisasi gagasan Tim Fajar Indah dalam mengikuti ACTION 2026, kompetisi yang diselenggarakan melalui kolaborasi Asuransi Astra dan Marketeers. Program ini mengangkat edukasi literasi keuangan sebagai bekal bagi para ibu dalam mengelola keuangan keluarga sekaligus menghadapi berbagai risiko finansial.
Untuk memperkuat materi edukasi, Tim Fajar Indah menghadirkan UNS Fintech Center sebagai narasumber pada hari pertama. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan edukasi kepada peserta pada hari kedua.
Edukasi Keuangan Dikemas secara Interaktif
Sebelum kegiatan utama dilaksanakan, Tim Fajar Indah menjalankan tahap persiapan pada 19–26 Agustus 2026. Persiapan tersebut meliputi koordinasi dengan pengurus PKK Kelurahan Manahan, penyusunan materi edukasi, serta pematangan konsep seminar dan workshop.
Tim juga menyiapkan simulasi pengelolaan keuangan keluarga yang dilakukan secara berkelompok. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak mempraktikkan pengambilan keputusan dalam menghadapi sejumlah situasi keuangan.
Selain pertemuan langsung, ruang komunikasi peserta dibangun melalui grup WhatsApp. Media tersebut digunakan untuk membagikan konten edukatif mengenai literasi keuangan dan asuransi, menyampaikan informasi kegiatan, memberikan ajakan bertindak, serta menjadi ruang diskusi bagi peserta.
Rangkaian kegiatan hari pertama pada 27 Agustus 2026 diawali dengan pengisian pre-test. Tahapan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai pengelolaan keuangan dan asuransi.
Peserta kemudian mengikuti seminar bersama UNS Fintech Center yang mengangkat topik “Kesehatan Keuangan dan Manajemen Risiko Keluarga”. Materi tersebut membahas pentingnya menjaga kondisi keuangan keluarga sekaligus mempersiapkan perlindungan terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi.
Pemahaman peserta selanjutnya diperkuat melalui kegiatan bertajuk 1st Month Challenge. Dalam simulasi tersebut, para peserta berdiskusi secara berkelompok untuk menentukan keputusan keuangan yang paling tepat dalam menghadapi beberapa situasi keluarga.
Simulasi dirancang agar peserta dapat memahami cara menyusun prioritas kebutuhan, mengatur pengeluaran, serta mempertimbangkan pentingnya perlindungan finansial dalam kehidupan sehari-hari.
OJK Ingatkan Bahaya Aktivitas Keuangan Ilegal
Kegiatan dilanjutkan pada 29 Agustus 2026 dengan pelaksanaan 2nd, 3rd, dan 4th Month Challenge. Rangkaian tersebut merupakan kelanjutan dari simulasi pengelolaan keuangan yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya.
Pada hari kedua, peserta juga mendapatkan edukasi dari OJK melalui materi bertema “Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal”. Materi ini diberikan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal yang dapat merugikan keluarga.
Melalui edukasi tersebut, peserta didorong untuk lebih teliti sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan. Masyarakat juga diharapkan mampu mengenali risiko dan mempertimbangkan legalitas lembaga sebelum mengambil keputusan finansial.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian seminar dan workshop, peserta diminta mengerjakan post-test. Hasilnya digunakan untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah memperoleh materi dan mengikuti simulasi.
Peserta juga mengisi survei akhir untuk memberikan penilaian serta masukan terhadap pelaksanaan program IBU PREATIF. Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian hadiah kepada kelompok yang menunjukkan performa terbaik selama rangkaian workshop.
Mendapat Respons Positif dari Peserta dan Kelurahan
Program IBU PREATIF mendapatkan respons positif dari peserta dan pihak Kelurahan Manahan. Pihak kelurahan menilai kegiatan tersebut berlangsung menarik dan membuka peluang untuk kembali bekerja sama dengan mahasiswa dalam program-program berikutnya.
Saat diminta memberikan penilaian, pihak Kelurahan Manahan memberikan nilai 9 dari 10 untuk pelaksanaan program tersebut.
“Nilai satunya tingkatkan lagi keseruannya,” ujar perwakilan Kelurahan Manahan saat menyampaikan evaluasi kegiatan.
Respons tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsep IBU PREATIF yang memadukan edukasi dengan aktivitas interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai literasi keuangan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan cara mengelola keuangan serta menghadapi risiko finansial.
Melalui seminar, workshop, simulasi, dan komunikasi berkelanjutan dalam grup WhatsApp, program ini diharapkan dapat membantu para ibu menjadi lebih cermat dalam menyusun keputusan keuangan keluarga.
Setelah kegiatan utama selesai, program IBU PREATIF memasuki tahap pascakegiatan pada 30–31 Agustus 2026. Tahapan ini meliputi publikasi video rangkuman kegiatan dan siaran pers.
Publikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Tim Fajar Indah UNS untuk mendokumentasikan sekaligus menyebarluaskan pengalaman dan dampak pelaksanaan program IBU PREATIF sebagai bagian dari ACTION 2026.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda